Hari Raya Keagamaan, Hari Libur, dan Utak Atiknya di Tahun 2018

Halo pembaca setia blog saya. Tahun 2008 eh 2018 sudah datang. Jika anda membaca tulisan saya, pasti anda akan berpikir saya ikut menulis lomba bog tentang resolusi. Anda tidak sepenuhnya benar karena di sini saya memang menulis tentang resolusi tapi akan lebih berfokus kepada kemungkinan saya untuk bisa jalan-jalan.

Keceriaan anak-anak Rusia pemeluk Kristen Ortodoks merayakan natal yang jatuh pada tanggal 7 Januari. Perayaan natal Gereja Kristen Ortodoks masih menggunakan kalender Julian yang berjalan 13 hari lebih lambat dibanding kalender Gregorian yang dipakai dunia internasional. (Sumber)
Nah, jika berbicara kemungkinan jalan-jalan, maka pastinya yang harus dilakukan adalah melihat tanggal merah atau hari libur. Beruntunglah kita hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang beraneka ragam agama sehingga ada kemungkinan lebih banyak mendapat jatah libur dan cuti bersama saat hari suci atau hari raya keagamaan berlangsung. Enam agama yang diakui di Indonesia, Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Cu memiliki hari raya masing-masing. Sebagai agama mayoritas, Islam memiliki hari raya terbanyak untuk dijadikan hari libur. Disusul Kristen (Protestan dan Katolik), serta Hindu, Buddha, dan Kong Hu Cu.

Lantas, apakah Islam merupakan agama dengan hari raya terbanyak yang bisa dijadikan hari libur di dunia pada tahun 2018 ini?

Ternyata tidak. Dari hasil perhitungan beberapa ahli, Agama Hindu memiliki jumlah hari raya terbanyak dibandingkan dengan agama-agama lain di dunia. Menurut laporan dalam Majalah Nat Geo edisi terbaru, umat Hindu yang dipeluk sekitar 1 milyar penduduk dunia memiliki 39 hari raya dalam tiap tahun. Hari raya ini mencakup hari ulang tahun dan tonggak sejarah dewa, perayaan perubahan musim, pasca panen, hingga fase bulan. Salah satu hari raya umat Hindu yang cukup meriah adalah Hari Raya Deepawali yang dirayakan selama lima hari berturut-turut. Umat Yahudi, yang dipeluk hanya sekitar 15 juta penduduk dunia, menjadi umat beragama dengan hari raya terbanyak kedua. Ada sekitar 33 hari raya agama Yahudi yang diperingati oleh umat mayoritas di negara Israel ini. Namun, kitab Taurat hanya mewajibkan pada 5 hari raya tersuci. Salah satunya adalah Hari Raya Yom Kippur atau hari raya perdamaian.

Seorang anak Yahudi meniup terompet pada saat Hari Raya Yom Kippur di Israel (Sumber)
Umat Sikh menjadi umat bergama dengan hari raya terbanyak ketiga di dunia dengan 26 hari raya keagamaan. Umat Kristen, baik Katolik, Ortodoks, Protestan dan beberapa denominasi lainnya berada di urutan keempat dengan 12 hari raya. Di posisi kelima ditempati oleh agama Baha’i dengan 11 hari raya kegamaan. Umat Islam sendiri berada di posisi keenam dengan 7 hari raya kegamaan, meski ada pula hari besar lain seperti hari Nuzulul Quran, Asyura, dan Hari Raya Tasyrik yang tidak dijadikan hari libur nasional. Umat Taoisme memiliki 4 hari raya kegamaan. Sedangkan, umat Buddha dan Kong Hu Cu memiliki masing-masing 3 hari raya keagamaan yang bisa jadi di negara mayoritas agama tersebut akan memberikan hari libur lebih banyak.

Kegembiraan anak-anak Sikh pada perayaan Hari Vaisakhi (Sumber)
Bagi kebanyakan negara, terutama negara yang memiliki heterogenitas agama dengan cukup kompleks, menyusun jadwal libur hari raya keagamaan bukanlah hal yang mudah. Banyak negara menggunakan kalender Masehi untuk menetapkan hari liburnya versi mereka sendiri. Ada juga yang menggunakan kalender unik untuk menetapkan hari libur tersebut. Salah satunya adalah negara Tiongkok yang menggunakan kalender lunar dalam menyusun hari liburnya. Kalender ini berjalan menurut siklus 60 tahun sekali. Sebagai negara majemuk, India menggunakan beberapa kalender untuk menyusun hari liburnya. Pada 2018 ini, ada sekitar 48 hari libur di India dengan 28 diantaranya merupakan hari raya keagamaan. Banyaknya hari libur ini membuat India menjadi slaah satu negara dengan hari raya keagamaan terbanyak di dunia. Lain India, lain  pula Arab Saudi dan Timur Tengah lainnya. Mereka mengunakan kalender Hijriyah sebagai acuan hari libur di samping kalender Masehi yang berlaku universal.

Dua anak di India memegang nampan berisi lilin pada hari Deepawali, hari suci bagi umat Hindu. (Sumber)
Banyak pertimbangan untuk menjadikan hari raya keagamaan sebagai hari libur nasional. Pertimbangan populasi keagamaan, masalah politik, sosial budaya, hingga ekonomi menjadi dasar sebuah hari raya bisa dijadikan hari libur nasional. Hal ini pernah terjadi di negara kita saat terjadi kontroversi ketika hari raya Imlek mulai dijadikan hari libur nasional. Presiden Gus Dur akhirnya menetapkan Imlek sebagai hari libur resmi di Indonesia. Sungguh, penetapan Imlek sebagai hari libur nasional ini membuat saya semakin kagum dengan Gus Dur.

Seorang anak memberi salam saat perayaan Imlek (Sumber)
Yang unik, hari libur di masa sekarang biasanya dimulai dari matahari tenggelam sampai keesokan harinya. Peraturan ini banyak berlaku di beberapa negara sejak penetapan batas penanggalan internasional di sekitar Samudra Pasifik. Meski begitu, banyak juga negara yang menggeser jadwal hari liburnya bertepatan dengan akhir pekan untuk menunjang produktivitas ekonominya. Tentu, hal itu dilakukan dengan kebebasan bagi umat merayakan untuk melakukan cuti pada saat hari raya keagamaan mereka berlangsung.

Nah, apa jadinya jika keenam agama di Indoenesia memiliki hari raya yang berurutan dalam satu minggu? Apakah hal itu mungkin dan akan lebih asyik dibandingkan terpisah-pisah? Yang jelas, kita bukan Doraemon yang memiliki alat untuk mengatur tanggal merah sesuka hati kita. Kecuali, kalau anda tak memiliki pekerjaan khusus yang bisa sekenanya memerahkan tanggal untuk berlibur untuk diri sendiri.

Tiga anak muslim berdoa yang tak tampak khusuk selepas Shalat Ied di sebuah lapangan masjid di Kosovo. Negara yang baru merdeka ini mengalami serangkaian konflik yang cukup panjang. Seserius apapun orang dewasa menyikapi agamanya, bagi anak-anak, hari raya keagamaan adalah hal yang menggembirkan. Tak terkecuali bagi saya sebagai muslim, berkumpul bersama keluarga di Hari Raya Idul Fitri adalah karunia tak terkira dari Tuhan Yang Maha Esa. (Sumber)
Apapun itu, kita patutlah bersyukur hidup di negara dengan banyak agama sehingga bisa memanfaatkan hari libur keagamaan untuk sejenak melepas penat dari rutinutas dan berkumpul bersama keluarga. Sekian. Selamat menjadwalkan rencana berlibur di tanggal-tanggal merah. Mohon maaf jika ada kesalahan.

Sumber:
Dalam Jaringan
(1) (2) 
Luar Jaringan
Majalah Nat Geo Edisi Desember 2017
Previous
Next Post »
32 Komentar
avatar

Benar banget kalau agama Hindu hari rayanya paling banyak. Terasa banget waktu kuliah di Bali, kalender lokal berbeda dengan kalender Masehi yang beredar di Indonesia. Ada Hari Raya Galungan (Penampahan-Galungan-Manis Galungan), Kuningan, Pagerwesi, Saraswati, dll...Dan ini tercetak dengan tinta merah yang artinya (biasanya) anak sekolah libuuur. Jadi, saat itu istilah Bali (Banyak Libur) pun populer .

Balas
avatar

hehehe.... libur nasional emang paling ditunggu-tunggu ya.... libur karena hari raya umat beragama untuk menunjukkan toleransi antar beragama juga sih, bagaimana pun juga saat hari raya keagamaan datang masing2 pemeluk agama ingin khusuk mengerjakan ritual keagamaannya... ^^

Balas
avatar

saya kira islam doank yang hari rayanya terbanyak hmm baru tau..

Balas
avatar

Jadi pengen ke India, 48 hari liburnya, itu blm ditambah hari minggu ya

Balas
avatar

Dengan saling toleransi, setidaknya kita bisa ikut menikmati jatah liburan nya, ya nggak mas ikrom ?

Balas
avatar

aku suka libur buat ngilangin rasa boring pas kerja. org kalo kurang piknik bisa edan, mas.

Balas
avatar

Yaa!! Apapun hari keagamaan tentu harus kita jujung tinggi serta hormati..karena di negara kita ada 5 agama yang disyahkan...

Sudah barang tentu kalau ada hari keagamaan yaa!! Pasti libur..😃😃😄😄

Balas
avatar

Saya langsung buka kalender 2018. Ada berapa banyak tanggal merahnya hehehe

Balas
avatar

negara beragam dengan penuh solidaritas adalah rahmat. setujukah mas? hehe

Balas
avatar

Mencerahkan sekali mas. Hindu ternyata banyak sekali ya hari rayanya. beruntung sekali kita tinggal di negera yang sangat majemuk ini. Terimakasih sudah berbagi. Salam kenal.

Balas
avatar

Wah... ternyata hari raya keagamaan itu banyak banget.
Baru tau deh, makasih buat ilmunya mas. 👍

Balas
avatar

saya tahu hari raya depawali dari film upin ipin :)

Balas
avatar

baru tahu kalo Agama Hindu memiliki jumlah hari raya terbanyak. Btw,kalau saya mah, walau tgl mmerah, tetep masuk kantor, gak ngaruh, hihihi

Balas
avatar

Bahkan pasca panen pun jadi hari libur. Mantap! Yang saya inget tentang liburan, sih, kalau di luar negeri (terutama Eropa) anak-anak sekolahnya ada libur musim panas. Ya, di sana enak musimnya ada 4 gitu. Ehe. Yap, saya juga suka sikap Gus Dur yang sangat toleransi itu. Dulu libur puasa buat anak sekolah sebulan, kan? Zaman saya SD tuh. Rindu masa itu~ :)

Balas
avatar

iya mbak banyak banget ya hari raya agama hindu
teman saya yang Hindu juga merayakan meski kadang tetap masuk sekolah atau kerja

Balas
avatar

iya sebagai toleransi umat beragama ya mbak maka ada hari libur..

Balas
avatar

tergantung juga di negara mana agama yang jadi mayoritas
tapi secara keseluruhan agama Hindu yang paling banyak

Balas
avatar

iya mas silahkan ditunggu ceritanya kalo sudah ke India

Balas
avatar

nah yang penting libur ya mas...

Balas
avatar

ada banyak
akku belum hitung tapi
belum cuti bersamanya

Balas
avatar

iya mas kita harus bersyukur hidup di negara multi agama ini

Balas
avatar

iya saya suka banget pas episode itu

Balas
avatar

nah iya dulu sebulaan duh aku sampe bingung mau main apa

Balas
avatar

Ternyata selain 6 agama yang diakui di Indonesia, masih ada kepercayaan lain yang dianut oleh masyarakat dunia? Sikh dan Baha'i itu kebanyakan dianut sama negara mana mas? Saya baru tau ini ada nama kepercayaan seperti itu.

Balas
avatar

kalau sikh ada di india tapi juga ada di negara lain
tau jarjit singh kan mas yang di upin ipin? dia kan agamanya sikh
kalao Bahai ada di lebanon, Syria dan beberapa Timur Tengah. Di India juga ada. Ada yang bilang Bahai itu sempalan dari Syiah.

Balas
avatar

Owalah, agama hindu ternyata pemegang rekornya di Indonesia untuk masalah perayaan

Balas
avatar

Waaa baru ngeh kl agama hindu paling banyak hari rayanya yak..

Balas

Terimakasih sudah membaca. Biar tercetak sejarah, jangan lupa tulis komentarmu di bawah ini, ya!