Pesona Wisata Dagestan, Negeri Penuh Konflik di Kaukasus Utara

Petarung MMA asal Indonesia bernama Mishal Alfad itu hanya mampu bertahan tak lebih dari 30 detik

This is Dagestan! (Sumber)

Sang lawan membantingnya dan tanpa ampun membabat habis dengan pukulan demi pukulan hingga wasit di dalam oktagon menghentikan pertandingan. Petarung merah putih tersungkur tak berdaya sambil diiringi tawa kemenangan dari lawan. Saya melihat wajahnya amat ganas. Ini pasti sang lawan tersebut sudah memakan banyak korban. Benar saja, ketika saya melihat video di youtube, ia sudah menghancurkan petarung asal China, Kamboja, Brazil, dan beberapa negara lain. Nah yang saya penasaran adalah asal dari petarung tersebut. Apalagi, ia membawa bendera negaranya yang menurut saya asing. Ketika memutar ulang video dari awal, ternyata ia berasal dari sebuah negara non dependensi bernama Dagestan.

Peta Dagestan dan negeri konflik di sekitarnya (Sumber)
Secara administratif, Dagestan adalah bagian dari Federasi Rusia. Masih satu negara dengan Masha and The Bear. Negara ini merupakan republik bagian dari Rusia yang terletak di kawasan Kaukasus Utara. Bersama Chechnya, Ingushetia, Ossetia Utara, Kabardino-Balkaria, Ossetia Selatan dan Abkhazia, Dagestan adalah wilayah yang dilanda konflik berkepanjangan. Persilangan budaya yang sudah berabad-abad membuat Dagestan masih diselimuti awan gelap. Itulah mengapa banyak petarung MMA dan gulat lainnya berasal dari daerah ini. Hidup itu keras Bung!

Meski memiliki kondisi tak terlalu baik, namun sesungguhnya Dagestan menyimpan potensi alam dan perpaduan budaya yang sangat indah. Kombinasi pegunungan, ngarai, dan jurang yang mengelilingi negara ini membuat Dagestan sangat menawan. Perjalanan panjang Dagestan yang pernah dikuasai kaum Sasanit, Kristen, Persia, Mongol, hingga Muslim menjadikannya daerah penuh pesona budaya. Diantara pesona-pesona tersebut, beberapa diantaranya layak dikunjungi.

Reruntuhan Desa Kuno Gamsutl
Sumber
Berada di Gunung Gamsutlmeer, desa ini merupakan desa tertua di Dagestan. Desa yang memiliki arti sebuah benteng ini dibangun salah satu penguasa bernama Khan untuk mengawasi pergerakan musuh dan pertahanan. Inilah sebabnya, jika diamati dari jauh, desa ini mirip dengan Tembok Besar China. Ada beberapa bagian yang berfungsi sebagai gardu pandang.

Sumber
Belum ada catatan pasti siapa dan kapan penguasa bernama Khan tadi berkuasa di Dagestan. Yang jelas, pemilihan tempat ini sebagai pertahanan bukan suatu kebetulan. Dengan ketinggian lebih dari 1500 meter serta dikelilingi oleh tebing dan lereng curam, membuat musuh tidak mudah sampai di sini.

Sumber
Jika kita mendatangi reruntuhan desa ini, kita serasa berada di lorong waktu seperti negeri dongeng. Suasana pegunungan yang khas dengan potongan batu bata yang khas film-film fantasi akan semakin menambah nafsu kita untuk memotret jengkal demi jengkal reruntuhan bangunan kuno tersebut.

Sumber
Bendungan Gunibsky

Sumber
Bedungan ini dibangun di atas sungai Karakoysu ("sungai hitam") di distrik Gunibsky. Pembangkit listrik yang berasal dari bendungan ini merupakan fasilitas modern yang dibangun 1995-2005 setelah ambruknya Uni Sovyet. Sebelumnya, ada bendungan lain yang dibangun sekitar tahun 1930.

Sumber
Nah yang membuat asyik adalah ciri khas Pegunungan Kaukasus di sekitar bendungan ini. Keindahan pemandangan lembah, pegunungan dan ngarai akan berpadu dengan indahnya. Salju yang menutupi kawasan ini di paruh tahun pertama, dan musim kemarau di paruh tahun berikutnya, membuat lereng-lereng gunungnya menjadi hijau. Saat salju mulai mencair, bunga-bunga dan padang rumput makin mempercantik pemandangan.

Desa Kubachi
 
Sumber

Sebagai negara mayoritas muslim, tradisi dan nilai-nilai islam masih nampak jelas hingga kini. Salah satunya adalah penampilan wanita yang sangat identik dengan wanita muslimah di Desa Kubachi. Yang menarik dari Desa Kubachi, para muslimahnya mempunyai kerudung tradisional yang disebut kaz. Hampir seluruh wanita di desa ini bisa membuat kerudung kaz. Kaz memang bukan hijab yang menyerupai syal dengan aksen sulaman tradisional.

Sumber
Terletak di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut membuat desa ini memiliki pemandangan yang apik. Berfoto di salah satu spot desa ini, kita akan mendapat latar belakang rumah-rumah yang tersusun sedemikian rupa di tengah perbukitan.

Sumber
 Kota Makhachkala

Sumber
Ibukota Republik Otonom Dagestan ini juga memiliki pesona tersendiri. Laut Kaspia terbentang luas di depan mata di depan kota ini. Mataharipun bersinar selama 310 hari dalam setahun. Suatu hal yang tak akan bisa ditemui di ibukota Rusia, Moskow.

Memang, kota ini mendapat stigma buruk sebagai salah satu kota berbahaya. Meski begitu, sesungguhnya penduduk Makhachkala hidup harmonis.Sebagai kota yang dihuni lebih dari 1,5 juta jiwa, berbagai bangsa hidup di sana. Jika ingin menjelajahi kota ini, ada tur mengelilingi kota yang akan mengenalkan aneka ragam budaya, seperti Avar, Nogai, dan Lezgia. Salah satu tujuan wisata di kota ini adalah Masjid Juma, yang banyak disebut sebagai adik dari Masjid Biru Istanbul karena kemiripan arsitekturnya. Masjid yang mampu menampung jamaah hingga 16 ribu orang ini menjadi saksi bisu isolasi para cendekiawan muslim saat Uni Sovyet berjaya hingga hancur berkeping-keping di awal 90an.
Sumber
Tak hanya masjid, gereja-geraja Ortodoks dan sebuah sinagoga juga bisa kita temui. Kombinasi rumah ibadah tersebut sebenarnya membuat Dagestan adalah rumah bagi segala bangsa dan agama. Sayang, konflik berkepanjangan membuat negeri indah ini tertutup dan tak banyak orang tahu akan keelokannya.
Sumber
Itulah Dagestan. Sebuah wilayah dengan status travel warning yang mempesona. Jika ingin ke sana, penerbangan dari Moskow bisa ditempuh menuju ibu kota Makhachkala. Perjalanan darat berupa kereta dari kota Rostov-on-Don di ujung selatan Rusia juga dapat dilakukan. Tentunya, pengawasan ketat dari otoritas Federasi Rusia harus dihadapi dulu. Dengan masih terngiang bayang-bayang horornya masa Sovyet Rusia, bisa masuk dan menikmati daerah ini adalah sebuah karunia tak terkira.  

Akhir kata, semoga saya juga bisa ke sana. Keindahan negeri konflik ini sungguh memanjakan mata.  

Sumber :
(1) (2) (3) (4)
Previous
Next Post »
18 Komentar
avatar

Negeri konflik yang indah, ya semoga ada kesempatan melihat dari dekat

Balas
avatar

jadi ngayal foto prewedding di pegunungan kaukasus,
baguusss.. nice view!

Balas
avatar

wah mas ... seperti di film film ya ;
tapi sayang mas aku ogak mau tinggal disono wkwkwk gak bisa punya mobil wkwkwkwk

Balas
avatar

Wah keren juga pemandangannya... Tiba2 inget film Prince of Persia yak hhehehe... Itu cewek yang kedua cantik kayaknya hehehe :D

Balas
avatar

Memang sungguh luar biasa negeri dagestan ini, pemandangannya aja udah kayak di film2 holywod,, tapi sayamah lebih tertarik dengan wanita2 dagestannya,, apalagikan katanya emang cewek2 rusia bening2, dah kalau saya nikahin pasti bisa mempebaiki keturunan... hahahahah :D XD

Balas
avatar

Asik juga pemandangannya ya, btw itu hijab wanita muslimnya msh terlihat rambutnya ya.

Balas
avatar

waw tempat-tempatnya keren, pengen lihat langsung yang photo paling atas hehe :-)

Balas
avatar

bagus yah.. kerenn...
suka banget sama arsitekturnya, pemandangannya, kaya zaman-zaman kerjaan gitu.. ehh iyah nggak sih?? heheh

Balas
avatar

Mbak yang pakai Kaz itu cantik. :) Aku baru kali ini dengar negeri itu.

Balas
avatar

iya mbak saya juga pengen ke sana

Balas
avatar

wah iya saya juga ngayal gitu
tapi sama siapa
eh

Balas
avatar

benar mas
kayak di pilm
eh ngapain punya mobil mas
kan ada bus

Balas
avatar

itu bukan hijab mas
tapi kerudung
jadi masih kelihatan

Balas
avatar

sepakat mbak
cantik ya
aku juga baru dengar kok mbak

Balas

Terimakasih sudah membaca. Biar tercetak sejarah, jangan lupa tulis komentarmu di bawah ini, ya!