Jejak Dunia Maya

Iya, ngeblog.
Ada yang salah?
Apa ini haram?
Untuk kalian para blogger : Selamat. Kalian semua hebat!
Saya selalu mengatakan ini berulang ketika teman bertanya apa kesibukan saya akhir-akhir ini. Tentunya, selain menyusun HIHIHI (tak usah diceritakan) dan tetap mengajar sebagai kesibukan di dunia nyata. Saya masih belum bisa mengategorikan ngeblog sebagai pekerjaan. Memang, saya sudah pernah mencicipi penghasilan dari kegiatan ini. Itu sudah alhamdulillah. Namun, dibanding blogger-blogger lain yang sudah malang melintang di dunia ini, saya mah apa atuh.

Belum bisa konsisten. Kalaupun rajin posting, komentar, dan membagikan tulisan, itu berarti saya sedang ada waktu luang cukup banyak. Kalau tak, maka seperti minggu ini. Saya hanya bisa menulis dua artikel dalam satu minggu. Makanya, saya salut dengan para mastah yang rajin ngeblog. Terlebih, bagi yang suka ikut acara nangkring. Sungguh, kalau ada saja beberapa jam luang, saya akan semangat ikut. Sayang, tak banyak waktu untuk melakukan itu. Semoga ada kesempatan di lain waktu.  

Nah, masalah ngblog ini sebenarnya sudah menjadi impian lama sejak pertama mengenal dunia maya. Saat SD, saya pernah mencicipi manisnya berselancar di dunia maya dan mencari informasi di situs astaga.com dengan mbak Oppie Andaresta sebagai ambassadornya waktu itu. Saya cukup takjub dengan situs tersebut lantaran punya banyak kanal berisi aneka informasi yang bermanfaat. Bagaimana ya bisa membuat situs seperti itu?

Kadang, saya mendapatkan informasi yang tak banyak orang tahu dan bisa didapat melalui media lain, semisal koran dan majalah. Beranjak SMP, situs plasa dan detik menjadi laman yang saya akses ketika mengeluarkan 3000 rupiah untuk menyewa sebuah komputer di warnet. Tentu, MIRC yang saya gunakan bermain kuis dan berinteraksi di Yahoo Massanger (YM) juga menjadi favorit saya waktu itu. Hingga di penghujung masa tersebut, saya menemukan kegilaan yang hampir sama  seperti ngeblog bernama Friendster.

Tahun-tahun perkenalan saya dengan aneka platform di dunia maya
Walau hanya berupa medsos, FS, sebutan Friendster kala itu layaknya blog pada masa kini. Saya bisa memposting pikiran saya meski hanya melalui shout out dan testimonial. Yang penting, saya bisa mengganti kode HTML sehingga bentuk profil FS saya bisa beraneka rupa. Pada masa ini, saya belum bisa dan berani untuk menulis blog sendiri. Mengutak-atik aneka lay out FS adalah sebuah keniscayaan bahwa saya tak gaptek pada masa itu untuk ukuran Kids Jaman Past.

Akhirnya, masa mengenal blog tiba. Sekira kelas XI SMA, guru TIK saya mewajibkan para siswanya membuat blog. Membuat tulisan sendiri, bukan copy paste dengan kenaikan jumlah kata tiap minggunya. Topiknya bebas dan blog boleh didesain apa saja, yang penting tak menyinggung SARA. Jejak ngeblog saya ketika SMA tersimpan cukup rapi oleh guru TIK saya dalam laman blog http://mapelti.blogspot.co.id/. Saya menggunakan wordpress kala itu.

Lepas SMA, saya masih mencoba istiqomah ngeblog meski akhirnya blog saya menjadi sarang laba-laba. Saya tak bisa membuat tulisan sendiri kala itu. Blog saya yang beralamat http://ikromkdi.blogspot.co.id/ akhirnya saya tinggal. Beberapa tahun kemudian saya beralih ke platform multiply dan Kompasiana. Di sinilah jiwa ngeblog saya mulai muncul hingga sekarang. Cerita mengenai aktivitas saya di Multiply dan Kompasiana sudah pernah saya ceritakan sebelumnya.

Berbicara masalah jumlah blogger, dari rekan seangkatan saya, hanya sekitar 3-4 orang yang benar-benar aktif ngeblog. Tentu jumlah yang sangat sedikit sekali. Statistik yang ada di Kemenkominfo memang menujukkan tak lebih dari 4% total pengguna aktif internet. Bisa dibayangkan kan?

Inilah yang menjadi pemikiran saya sendiri bahwa ngeblog masih menjadi hal yang cukup penting di negeri ini. Memang, aktivitas ini semakin tergeser dengan penggunaan vlog yang semakin canggih. Namun, bagi saya, menulis di blog adalah kegiatan yang lebih menyenangkan. Aneka rasa dan pemikiran dari dalam diri seakan tertuang secara gamblang.

Bagaimana menurut anda? Dan, bagaimana cerita mengenai dunia maya dan blog anda hingga sekarang ini?
Previous
Next Post »
26 Komentar
avatar

Sekarang memang bnyak blogger juga yg beralih ke youtube.
Aku senidiri pertama kenal blog juga masih duduk di bangku SMA
waktu itu dikenalkan sama temennya abang
tapi karna memang blum begitu mengerti jadi tulisan disana juga masih amberadul
terus enggak nyoba2 lagi, beralih jadi penulis freelance di blog2 yang nyediain penulis tamu, ada yang di bayar ada juga sukarela
tapi semenjak 2015 kemren udah mulai aktif lagi walau jrang, dn sekrang udah mulai aktif dan insyaallah konsisten.. heheh malah curcol
dr blog juga bisa bnyak belajar, dan kenal blogger2 lain
sukses terus mas ikrom

Balas
avatar

dari dulu memang pingin ngeblog,dari SD udah suka nulis,dan paling seneng sama pelajaran bahasa inggris dan indo,trus suka curhat-curhat juga pas lagi jaman2nya nulis di diary :D, pas kenal dunia internet jadi punya niat buat bikin blog sendiri deh,
sayangnya baru bisa berani ngeblog tahun ini, karna masalah waktu update artikel cuma bisa beberapa saja perminggu,seru lah.. bisa nambah wawasan + amal juga :)

Balas
avatar

Aduh, ternyata saya tua juga ya :" Nggak tahu Plasa sih. Sepertinya mulai MiRC nimbrungnya. Waktu itu juga suka sekali utak-atik halaman profil FS. Kalau dilihat lagi, alay juga ya saya :)) Di dunia nyata sih orang yang saya kenal hampir tidak ada yang ngeblog. Sedih. Saya minoritas dan nggak dianggap keren. Apakah harus eksis di dunia medsos dulu baru blog saya dikenal orang?

Balas
avatar

Jadi ingat dulu lagi gila-gilanya sama Yahoo, chatting terus, siang malam. Cari mangsa bule-bule. Kalau menurut saya, multiply lebih terjalin dan terasa akrab sesama blogger. Tidak hanya sekedar koment-komenan. Disana ada ikatan batin yang mengikat erat. Tapi kini orang ngeblog hanya termutivasi dolar dan iklan. Niat untuk berbagi ilmu terasa sulit sekali. Maka tidak mengherankan jika banyak komentar diblog yang saya baca, isinya caci-maki dan kata kasar.
Ah hari blogger nasioanal, pemerintah saja masih setengah hati. Dan jarang sekali mau berbagi rezeki dengan blogger. Tapi jika ada berita hoaks,....blogger menjadi sasaran empuk. Lah gimana lagi, main internet itu pakai biaya, jika ada yang berani bayar mahal, masak iya ditolak? :)
Lah ngomong apa saya ini to? kok jadi ngalor-ngidul.

Balas
avatar

Sejauh ini ngeblog masih jadi pilihan utama dalam menyalurkan hobi, entah kedepannya nanti mungkin maen youtube akan saya rambah juga sebagai alternatif biar tidak merasa jenuh..

Balas
avatar

Sekarang memang rame vlog dan aku gaptek banget kalo soal itu, harus banyak belajar.Ngeblog zaman dulu enjoy aja, mau nulis apa aja ya nulis tanpa beban. Jadi kangen awal2 ngeblog th 2006 dulu :D
Selamat hari Blogger.

Balas
avatar

Betul, sekarang banyak yang beralih ke vlogging. Aku pun mulai coba-coba, tapi bukan berarti meninggalkan blogging, soalnya dua-duanya punya tingkat fun yang berbeda :) Btw, keren tuh seminggu bisa dua tulisan. Kalau aku sebulan satu tulisan pun sudah syukur, uhuhuhu :'D

Balas
avatar

wahh ini mah blogger lama hehe, salam kenal juga ya. thanks udah bw ke blog aku. Memang kalau menulis itu sudah mendarah daging pasti dimana dan media apa saja tetap akan menulis deh. Selamat hari blogger

Balas
avatar

iya nih banyak juga yang beralih ke vlogging, katanya banyak di biayain gitu ... kek temenku tuh dia kerjaan nya traveling trus digaji gara gara dia nge blog

Balas
avatar

Saya masih doyan ngeblog meski tulisan saya gado-gado dan isinya enteng-enteng aja. Pernah sih kepikiran merambah Yutub, tp masih nyaman di blog. btw, friendster saya dulu pernah nyobain, medsos jaman dulu nih.

Balas
avatar

Yayyyy

Selamat hari blogger nasionaal!!!

Balas
avatar

sepakat. semoga blog akan tetap eksis sampai kapan pun.
Sebab jika google masih ada, maka artikel bisa jadi akan tetap ada.

Balas
avatar

iya mas, yg ngevlog bamyak banget
aku lambaikan tangan klo ngevlog, gak bisa
baru 2015 aku aktif di blog pribadi juga
semoga bisa konsisten juga
heheh gpp mas malah komen gini yg aku suka
sukses juga mas adi

Balas
avatar

eh iya mbak dulu pas sd ada diary gembokan itu ya
yallah jaman apa itu
sama mbak masalah waktu, aku masih belum bisa manage
ngeblog emang seru
gak ada duanya

Balas
avatar

plasa dulu terkenal bgt mbak
hampir semua email pakai plasa sebelum pada pindah ke yahoo, simpe sih
iya FS itu jaman alay kita ya
sam mbak aku juga minoritas dan gimana gitu
padahal lebih wow dibanding bermedsos ya

Balas
avatar

YM itu kau juga pertama kenas sama Filipina dan orang2nya
seru ih
multiply juga
aku kangen sama blogger di sana
entah gimana mereka sekarang
iya mas jadi aku semacam liat iklan aja pas baca kebanyakan
semoga pemerintah bisa lebih memperhatikan blogger ya

Balas
avatar

sama mang
aku belum bisa klo ngevlog
gag pd sih hehe

Balas
avatar

iya mbak vlog sulit bagiku yang gaptek juga
ngeblog lebih enjoy aja, hehe
selamat hari blogger juga

Balas
avatar

aku belum coba mbak hehe
wah ini sudah lumayan ya
tapi tar klo bener2 sibuk juga paling sebulan sekali huhu

Balas
avatar

wah masih nubie mbak hhehe
salam kenal juga
menulis emang asyik ya mbak

Balas
avatar

sama mas, pokoknya nulis ya
aku belum pernah klo yutub
FS emang jadul ya

Balas
avatar

ah iya mas selama ada gugle maka tulisan akan abadi

Balas
avatar

Kalo gue, cenderung telat kenal dunia blog. Masa-masa SMA sama kuliah malah ga tertarik sama sekali, nganggepnya itu isinya curhatan doang. Tapi pas dikenalin sama rekan kerja di kantor, pikiran gue jadi terbuka. Ternyata blog isinya beragam, mulai dari traveling, kuliner, tips & trik, daily activity, wah beragam deh.

Ngga ada yang salah dari kegiatan ngeblog. Cuma karena bukan hobi mayoritas, jadinya terkesan dikesampingkan. Padahal banyak blogger yang memang bisa memberi kontribusi ke masyarakat. Oke, mungkin terlalu luas kalo ngomongnya ke arah situ. Secara sederhananya, menulis di blog pun udah mengubah pribadi si blogger bersangkutan. Pasti ada semacam kepuasan tersendiri bisa nuangin tulisan di blog, hehe. It happened to me.

Setuju deh kalo ngeblog lebih menyenangkan. Kalo ngerambah vlog, gue belom berani, mendingan nulis :p

Dengan nulis di blog, setidaknya kita pinya rekam jejak, menciptakan sejarah untuk nama kita sendiri, hehe. Ayo Mas semangat terus ngeblognya.

Balas
avatar

blog emang luas mas, makanya memang sebenernya penting tapi ah sudahlah...
daripada ngevlog, bagi saya lho blog lebih abadi karena insha allah lebih bisa diterima di banyak kalangan dan rekamnya jelas
iya mas semangat ngeblog juga, aku suka lho tulisan2mu :)

Balas

Terimakasih sudah membaca. Biar tercetak sejarah, jangan lupa tulis komentarmu di bawah ini, ya!