Sejarah Si Kecil Singapura dipimpin Presiden Wanita Melayu Pertama

Sejarah tercipta lagi di Singapura.

Halimah Yacob, Presiden baru Singapura (Sumber)
Setelah kemenangan epik Joseph Schooling atas manusia air super, Michael Phelps di Olimpiade Rio 2016 dan mampu mempersembahkan emas pertama bagi Singapura sepanjang sejarah keikutsertaan negeri mungil itu, kini sejarah tercipta kembali. Tahun ini, Singapura akan dipimpin oleh seorang wanita. Suatu hal yang cukup mengagetkan di negeri berdemokrasi semu tersebut.

J. Schooling, inspirasi dari Singapura yang akhirnya mampu menumbangkan sang idola, M. Phelps. (Credit : telegraph)
Yang lebih mengagetkan, sang presiden baru berasal dari etnis Melayu.  Etnis minoritas di negeri itu. Sebelumnya, Presiden Singapura juga pernah dijabat oleh etnis Melayu yakni Encik Yusof bin Ishak yang masih memiliki darah Minangkabau.

Halimah Yacob, sang presiden baru merupakan salah satu tokoh politik wanita di Singapura. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Ketua Parlemen Singapura dari partai pemerintah, PAP. Terpilihnya Halimah terjadi setelah gagalnya calon-calon lain yang mengikuti uji kelayakan di Badan Pemilu Singapura. Tak pelak, Halimah menjadi calon tunggal yang akan menjadi Presiden Singapura Ke-8.

Tahun ini memang menjadi pemilihan presiden yang spesial bagi Singapura. Selain memiliki presiden wanita pertama, untuk tahun ini jabatan presiden dikhususukan bagi etnis Melayu. Peraturan ini dibuat setelah terjadi amandemen konstitusi Singapura yang memberikan ruang bagi antar etnis di sana (Tionghoa, Melayu, India, dan others) untuk bisa bergantian menjadi Presiden Singapura.

Meski jabatan Presiden Singapura sendiri sering dikatakan hanya sebagai seremonial dan simbol negara saja, namun jabatan ini juga memiliki beberapa wewenang penting. Salah satunya adalah memveto atau tidak setuju dengan proposal pemerintah dalam beberapa sektor. Jika Perdana Menteri/pemerintah akan melakukan kebijakan di beberapa sektor tersebut, maka kebijakan itu harus mendapat persetujuan presiden. Sektor-sektor tersebut  antara lain sektor fiskal terkait uang negara, penunjukan jabatan publik, dan perintah penangkapan di bawah Undang-undang Keamanan Dalam Negeri. Presiden Singapura juga berhak menolak penyelidikan yang dilakukan Biro Investigasi Korupsi Singapura. Untuk melakukan tugasnya ini, Presiden Singapura dibantu oleh Dewan Penasihat Kepresidenan (CPA), semacam Wantimpres di Indonesia. 

Berbicara mengenai Halimah sendiri, ia adalah sosok yang bisa dikatakan cermin usaha keras negeri mungil itu untuk bisa bangkit dari keterpurukan sehingga menjadi negara termaju di Asia Tenggara. Menjalani masa kecil ketika Singapura baru tertatih-tatih merdeka dan berpisah dari Malaysia pada 1965, Halimah menghabiskannya dengan nestapa. Sejak ditinggal sang ayah di usia 8 tahun, Halimah harus membantu ibunya untuk berjualan nasi Padang. Di sebuah gerobak kecil, ia rajin membersihkan tempat berjualan, mencuci sendok garpu, dan merapikan meja pelanggan. Ekonomi negara baru yang banyak disebut negara tanpa masa depan itu memang mengerikan. Pengangguran tinggi, tak ada sumber daya alam, hingga banyaknya wabah penyakit. Negeri kecil yang “belum ikhlas” merdeka ini benar-benar di ujung tanduk.

Singapura, 1950-1960. Tertarik saat itu berplesir ke sana ? (Sumber)
Perlahan tapi pasti, kehidupan pun berubah. Halimah berhasil masuk di sekolah bergengsi saat SMP dan SMA. Namun, ketika menempuh pendidikan menengah ini, ia hampir dikeluarkan dari sekolah lantaran sering membolos. Alasannya, tak lain dan tak bukan karena ia membantu ibunya berjualan. Berkat kecerdasannya, ia memperoleh beasiswa di Universitas Singapura dan mengambil jurusan hukum. Setelah lulus, ia menjalani profesi sebagai akitvis di organisasi perburuhan Singapura. Karirnya terus menanjak karena banyak kaum buruh yang mendukungnya. Pada 2001, dirinya mulai aktif di bidang politik dan menjadi wanita Melayu pertama yang berhasil duduk di Parlemen Singapura. Sejarah kembali diukir Halimah yang berhasil menduduki poisisi Ketua Parlemen Singapura. Ia menjadi wanita Melayu juga yang pertama kali berhasil menduduki jabatan ini.

Kesuksesan Halimah seakan paralel dengan kesuksesan Singapura. Pelan tapi pasti, dengan kerja keras dan disiplin yang tinggi, negeri liliput tanpa masa depan itu menjadi negeri impian bagi banyak orang. Termasuk, negeri raksasa di sebelahnya. Singapura mencatatkan pertumbuhan ekonomi fantastis. Dalam kurun 1966 hingga 2013, pertumbuhan PDB riil Singapura naik 13 kali lipat. Mengungguli negara adidaya, Amerika Serikat. Padahal, modal negara ini nyaris nihil. Airpun bergantung pada negera tetangga, Malaysia.


Pertumbuhan GDP beberapa negara dalam kurun 1966-2013. (Sumber)

Memang, kemajuan itu diiringi dengan pembungkaman demokrasi yang banyak ditujukan kepada Bapak Bangsa, Lee Kwan You. Namun, beberapa pihak mengatakan, apalah arti dari demokrasi jika justru menghambat kestabilan suatu negara dan malah membuat negara tersebut tak bisa berkembang jauh. Rakyat yang tak bisa fokus membangun negaranya dan hanya ribut masalah politik. Anggapan yang belum tentu benar ini memang sedikit banyak dibuktikan oleh Singapura.

Baca Juga : Antara Indonesia Raya dan Majulah Singapura

Meski sudah maju, bukan berarti tak ada tantangan bagi Halimah untuk memimpin Singapura. Banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikannya. Salah satunya adalah persatuan ras di Singapura. Ia ingin menjadi presiden yang mewakili semua ras. Masalah ras ini memang masih menjadi api dalam sekam jika pemipin tak mampu mengayomi segala perbedaan tersebut. Persoalaan yang menjadi fokus utama Halimah adalah masalah KDRT yang sering meninmpa kaumnya. Isu masyarakat Melayu-Islam juga akan menjadi fokus tugasnya. Akankah Halimah mampu menjadi ibu yang mampu terus mengaumkan ganas negeri Singa? Kita tunggu saja aksinya.

Singapura, 2017. Ada adagium,  entah benar atau salah, 10 dari 10 orang Indoenesia yang pertama kali ke luar negeri pasti ke Singapura. (Sumber)
Halimah dan Singapura mengajarkan pada kita, apapun kondisi yang kita alami, maka kita tidak boleh menyerah dan berpaku tangan. Dengan usaha keras dan berdoa, niscaya keberhasilan itu akan menampakkan hasilnya. Bukankah Tuhan mengharamkan kita untuk berpangku tangan?

Sumber :
(1) (2) (3) (4)
Previous
Next Post »
26 Komentar
avatar

wajahnya wajah indonesia banget yak. wkwkwk

Balas
avatar

sosok ibu Halimah ini menjadi inspirasi baru dan cukup membuat mata membelalak bangga, semoga kepemimpinan beliau nanti sukses :)

Balas
avatar

orang Indonesia kebanyakan Kunjungan ke Batam Karena Singapura Batam tidak sampai satu jam
Kita tunggu gebrakan Ibu Halimah

Balas
avatar

memang fokus dan usaha keras membuat seseorang bisa sampai tujuan dan berhasil. dari anak Penjual nasi padang berjaya memimpin negara. salut!

Balas
avatar

Dan lucunya aku baru update tau beritanya tadi pagi dong mas, yaampun begitu jarangnya ku ngliat berita hihi
Dulu pas maen ke singapore aku juga diceritain tentang seklas perpolitikan di sana sama guideny yang orang india tapi bisa bahasa melayu yang kurleb memang sebagai simbol gitu...tapi pas sebelum si ibunya menjabat aku kebetulan mampir sananya,,,
Dan aku takjub aja, negeri kecil tapi sfm nya warbiasa sampe sampe jadi negara maju yang kata vuideku waktu itu ga punya kekayaan sekaya indonesia, tapi kok ya ndilalah ya bisa upgrade di teknologi gitu, jadi ya tetep aja bisa terpenuhi sdanya

Balas
avatar

Keren banget. :D Tuh, wanita juga pantas kok jadi pemimpin. :D

Balas
avatar

Keren! :D Kapan Indonesia kita seperti itu? :'D

Balas
avatar

Setuju! Dengan kerja keras dan doa, keberhasilan tergenggam juga...
Salut untuk Ibu Halimah Yacob:)

Balas
avatar

Ibu Halimah pendobrak presiden muslimah di negeara yang hhhmmm... sulit terkatakan yach hehehe... Semoga di tangan beliau, semua makin hebat, termasuk hubungan baik dengan Indonesia. Aamiin.

Balas
avatar

dari dulu emank sama singapura nggk tau dah knapa takjub banget.. abis dia itu bisa jadi salah satu negara paling maju se asia tenggara.. usaha mereka emang patut diancungi jempol dan bisa jadi motivasi buat kita demi memajukan negara tercinta kita ini.. heheheh


aku bru tau lohh kalau singapura itu hasil pisahan malaysia...

Balas
avatar

iya, tak ada yang tak mungkin ya mas

Balas
avatar

haduh mbak ke mana aja heuheu
nah itu padahal mereka punya SDA apa coba
tabi bisa memaksimalkan SDM
lha kita ?

Balas
avatar

iya semoga hubungan dengan Indonesia lebih baik lagi

Balas
avatar

lha ya itu mas
SG aja bisa, masak kita gak ?
malu ah, heuheu
iya mas, dulu Singapur, Malaysia, Brunei kan pernah satu federasi

Balas
avatar

Kisah nya menginspirasi iya.

Selamat lah buat presiden baru Singgapura.

Cukup bangga sih sebagai orang melayu.

Selamat bertugas iya bu yakop :-)

Balas
avatar

Kemenangan epik Joseph Schooling di Olimpiade Rio 2016 itu emang luar biasa banget. The FIRST gold medal for them. Mendadak Singapura jadi gempar, dan gue pernah baca di berita, setelah kemenangan itu, banyak orangtua di sana yang terinspirasi dan fokusin anak-anak kecil mereka untuk latihan renang. Mereka berharap ke depannya, Singapura akan punya peraih emas Olimpiade lagi.

And now... they have the FIRST female president. Meski terkesan seremonial dan simbol negara, tetep aja punya beberapa wewenang penting, kayak yang udah ditulisin lengkap di atas. Uniknya, presiden wanita plus etnis minoritas (berkat amandemen konstitusi). Jelas langsung membuat mata dunia terbuka. Gue sama temen-temen di kantor juga sempet ga percaya kalo Halimah Yacob resmi jadi presiden Singapura.

Makasih ya info latar belakangnya tentang Halimah. Jadi kagum. Meski sering bolos, tapi karena cerdas, dia bisa nerusin pendidikannya (dapet beasiswa, pula).

Ngelihat grafik GDP di atas jadi kepikiran sendiri... betapa hebatnya Singapura. Mereka bener-bener mikirin perkembangan SDM, jadi ya pantes lah kalo melesat. Lagipula, mereka nerapin disiplin tingkat tinggi hampir di segala bidang.

"10 dari 10 orang Indonesia yang pertama kali ke luar negeri pasti ke Singapura" --> haha, ini ada benernya juga. Mayoritas first experience ngicipin luar negeri biasanya dimulai dari negeri singa dulu :p

Balas

Terimakasih sudah membaca. Biar tercetak sejarah, jangan lupa tulis komentarmu di bawah ini, ya!