5 Lagu Philpop yang Masuk Playlist Saya (Bagian 6)


Semoga anda tidak bosan dengan postingan saya seperti ini ya.
Philpop.com

Sebelumnya, saya mau cerita dulu. Semenjak saya menyukai lagu-lagu berbahasa Tagalog, saya jadi sering menyanyikannya dengan aplikasi smule. Nah, celakanya, suara saya pas-pasan. Ketika duet dengan orang Filipina, ada beberapa kejadian yang cukup unik. Setelah berduet lewat video, sering saya dikira orang Arab/India/Pakistan. Darimana coba?

Oke, bagi saya, untuk tetap saat ini lagu-lagu Philpop tetap menjadi pilihan utama. Niat untuk belajar bahasa Tagalog dengan baik dan benar masih membara. Dan, niat untuk mencari jodoh di Filipina masih ada. Eh.
Dan inilah, 5 lagu Philpop yang masuk playlist saya bagiaan keenam. Jangan lupa baca bagian-bagian sebelumnya ya.

1. Pusong Lito (Kebingunganku Akan Dirimu)

Di suatu siang, saya melihat seorang penyanyi pria Filipina yang menyanyi di atas. Panggung dengan teriakan heboh para fansnya. Wah ini pasti enak lagunya. Ternyata benar. Ia menyanyikan sebuah lagu yang menurut saya “Indonesia banget”. Penyanyi bernama Myrus Ramirez ini memiliki suara yang menurut saya soft.

Lagu Pusong Lito ini menceritakan seorang pria yang kebingungan dengan sifat wanita yang dicintainya. Namun, kebingungan itu dipersonifikasikan dengan penampilan dua wanita yang memiliki ukuran tubuh berbeda. Satu langsing dan satu gendut. Ketika dia menyadari ternyata wanita itu sebenarnya memiliki kedua sifat tersebut, ia jadi galau. Ia tak habis pikir kenapa itu terjadi. Pikirannya jadi kacau dan ia masih berpikiran bahwa wanita itu memang memang memiliki dua kepribadian yang bertolak belakang. Daripada bingung, yuk simak videonya.



2. Wala Mang Sayo Ang Lahat (Meskipun Kau Tak Memiliki Segalanya)

Ah lagu ini menyentuh sekali. Lagu kedua dari Myrus ini benar-benar menyentuh saya. Myrus, yang juga menjadi model video klipnya bertemu dengan seorang wanita yang mengenakan handsfree. Ia mencoba melakukan pendakatan kepadanya. Namun, oleh sang wanita hanya dijawab dengan tersenyum.

Ia lalu mencoba mendekati wanita itu dengan tulisan. Dan ternyata, tulisannya dibalas oleh wanita tersebut. Maka, mengalirlah percakapan lewat tulisan-tulisan diantara dua insan itu. Hingga, mereka semakin dekat. Di akhir cerita, ternyata sang wanita menderita tuna rungu sehingga ia tak bisa bicara. Ah, so sweet.



3. Sa Puso Ko Ikaw (Hanya Kau yang Ada di Hatiku)

Lagu ini merupakan lagu kedua dari boyband 1:43 yang saya suka setelah Sa Isang Sulyap Mo. Lagu ini juga menceritakan sesorang yang sedang jatuh hati. Lagi mabuk kepayang. Tapi, yang membuat saya suka lagu ini, selain yang enak didengarkan, liriknya sederhana.

Pemenggalan kata dalam kalimatnya juga mudah. Saya tak kebingungan ketika memenggal konektor “ang” dan “ng”. Tak hanya itu, untuk pertama kalinya saya bisa mengkover lagu ini dalam iringan musik piano. Ah suka deh pokoknya. Hanya sayang, saya belum mendapatkan video klip lagu ini.




4. Pare Mahal Ko Raw Ako (Ketika Engkau (teman lelakiku) Mencintaiku)

Bentar. Baca baik-baik deh judul lagunya. Bingung kan?

Jadi, bayangkan ada teman lelaki saya yang tiba-tiba mengajak saya berbicara serius. Ternyata ia mengatakan senang dan mencintai saya. Reflek dong saya heboh. Kalau saya menjadi Michael Pangilinan, langsung saya menyanyikan lagu ini. Plis, bro jangan dong. Kita temenan aja.

Dalam lagu ini diceritakan ada dua pria yang sedang serius berbicara. Ternyata, salah seorang mencintai yang lain. Si pria yang dicintai sadar itu perbuatan tak baik. Dilarang agama. Maka, ia mengatakan, plis jangan. Kamu boleh sayang sama aku tapi hanya sebatas temen aja  yang digambarkan dengan kata “kaibigan lang kita”.

Pesan lagu ini dapet banget. Meski Filipina masih cukup bebas soal LGBT, tapi isu ini juga sensitif. Masih banyak orang-orang Filipina yang juga menentang masalah ini. Sang penyanyi mecoba menyampaikan pesan itu. Mereka bisa dirangkul dengan cara yang lebih baik. 

Di balik isinya, saya suka dengan lagu ini karena hanya menampilkan iringan instrumen piano. Dan cukup mendayu-dayu.  Asyik buat santai. Tapi, kalau saya memutar lagu ini beserta video klipnya, orang-orang di sekitar saya sering heboh. Mereka pasti bilang, “Itu maksudnya apa?”



5. Selfie Song (Lagu Swafoto)

Nah lagu ini harus didengar oleh orang Indonesia. Bagi saya, kedekatan sosial antara orang Indonesia dengan orang Filipina tergambar jelas dalam lagu ini. Kedekatan dalam hal hobi swafoto (selfie). Benar tidak?

Di dalam lagu ini, diceritakan kebiasaan selfie mulai dari bangun tidur, makan, bekerja, hingga saat tidak melakukan apapun. Orang Filipina juga sama seperti orang Indonesia, tak bisa lepas dari gawai dan mengabadikan setiap momen hidupnya. Bahkan, kadang kebiasaan ini dalak kedaan tak lazim, seperti saat berkendara. Lagu yang dinyanyikan oleh Jamich & Davey Langit  menjadi favorit saya. Dengan iringan musik gitar yang khas, lagu ini membuat saya terngiang dengan kemunculan salah seorang penyanyi Indonesia, Tulus.
   


Itulah 5 lagu Philpop yang masuk playlist saya. Apa anda menemukan yang lain?
Previous
Next Post »
3 Komentar
avatar

Saya penasaran dengan nomor urut tiga. Judulnya membuat saya penasaran.

Balas
avatar

Gila.. Pecinta lagu tagalog juugak?? Saya suka sinetron nya.. Unik aja bahasanya. Dan banyak nyampur ama bahasa inggris..

Balas

Terimakasih sudah membaca. Biar tercetak sejarah, jangan lupa tulis komentarmu di bawah ini, ya!