Ketika Senam Jumat Pagi tak Lagi Seragam

Putar ke kiri e...
Nona manis putarlah ke kiri
ke kiri ke kiri ke kiri dan ke kiri ke kiri ke kiri ke kiri manis e.. 



Irama musik itu sontak membuat anak-anak segera melangkahkan kakinya ke arah kiri. Terus kiri sambil tertawa seolah mereka ingin terus –menerus berjalan ke kiri. Mendorong temannya yang berada di ujung kiri. Mereka sangat menikmati gerakan senam yang berasal dari NTT ini. Senam pun berlanjut dengan senam pinguin yang memiliki gerakan yang unik, seperti gerakan pinguin yang sedang berjalan. Anak-anak kembali riuh rendah oleh suara musik yang berasal dari Amerika Latin tersebut.


Setiap jumat, sebelum pelajaran dimulai, siswa-siswi di sekolah saya melakukan senam Gemufamire dan senam pinguin tadi. Senam ini menggantikan Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) yang telah eksis sebelumnya. Sekolah saya sendiri hanya menggunakan senam ini hanya untuk kegiatan penilaian mata pelajaran PJOK dan kegiatan Lomba Bina Kreativitas Siswa (BKS) yang diadakan tiap tahun. Praktis, tak setiap jumat pagi, senam ini menjadi senam yang harus dilakukan anak-anak. Tak hanya instansi sekolah saya saja, beberapa instansi lain juga tak lagi menggunakan kedua senam tersebut. Sebuah Rumah Sakit swasta yang terletak persis di depan sekolah menggunakan senam dengan iringan senam yoga untuk menggiatkan jumat pagi setiap minggunya. Pun demikian, sebuah bank swasta yang tak jauh dari sekolah, menyetel keras lagu musik disko dangdut untuk mengiringi senamnya.

Penggunaan senam-senam lain dalam kegiatan jumat pagi ini memang menyisakan secuil kisah kejayaan SKJ dan SPI. Kedua senam ini memang menjadi salah satu alat pemerintah orde baru dalam usaha masif yang disebut “mengolahragakan masyarakat” dan “memasyarakatkan olahraga”. Usaha yang sejak 11 Maret 1984 digalakkan melalui Kepperes No. 17 tahun 1984 tentang jam krida bagi masyarakat. Peraturan tersebut memuat jam-jam yang harus dilakukan para pegawai negeri, tentara, karyawan BUMN, karyawan swasta, mahasiswa, dan pelajar. Masyarakat seakan “diwajibkan” untuk melakukan Senam Kebugaran Jasmani (SKJ) dan tidak diperkenankan melakukan senam-senam lainnya.

SKJ boleh pernah diwajibkan oleh pemerintah orde baru. Namun, sejatinya, senam ini berembrio dari senam Taiso yang selalu dilakukan oleh tentara Jepang saat pendudukannya di Indonesia. Pasukan militer seperti Peta, melakukan senam ini sebelum latihan dimulai. Tak hanya pasukan militer, beberapa sekolah Jepang di Indonesia juga memulai senam ini sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung. Senam ini juga menjadi agenda wajib bagi rakyat sipil. Pihak Jepang menggalakkan senam ini karena salah satu kehebatan bangsa Jepang adalah kesehatan rakyatnya yang gemar berolahraga. Maka, setiap pagi, orang-orang berkumpul memulai gerakan pemanasan dengan menekukkan lutut lalu tegak kembali. Gerakan tersebut diulang sampai satu baris musik dalam hitungan 2 x 8.

Senam Taiso yang digalakkan pada masa penjajahan Jepang (www.kaskus.com)
Gerakan selanjutnya dengan tempo lebih cepat yang disebut dengan gerkaan inti. Secara sistematis, gerakan dilanjutkan dengan gerakan leher hingga memutar punggung. Lalu kembali ke gerakan pertama untuk melenturkan otot-otot. Senam Taiso lalu ditutup dengan gerakan pendinginan yakni mengatur pernafasan. Senam yang singkat tak lebih dari sepuluh menit ini menjadi senam wajib yang harus dilakukan.

Selepas Indonesia merdeka, usaha untuk menyemarakkan senam seperti taiso mulai dilakukan. Diinisiasi dari beberapa peserta kongres Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) pada tahun 1973. Delegasi tersebut menemui Presiden Soeharto dengan maksud memberi masukan agar dilakukan usaha kembali olahraga massal seperti senam Taiso. Usaha ini didasari belum adanya gerak senam yang seragam pada masyarakat Indonesia.

Presiden Soeharto segera merespon positif ide ini. Melalui Depdikbud, pada tahun 1974 digelarlah Seminar Olaharaga Asli di Cipanas. Seminar tersebut mengkaji perlunya menggarap program olahraga masal untuk kesegaran jasmani. Program ini bertujuan menjaga kebugaran masyarakat sehingga diharapkan bisa terjadi produktivitas kerja dan belajar. Siswa-siswi diharapkan bisa semangat belajar dan para karyawan tak mengantuk saat jam kerja.

Program tersebut akhirnya melahirkan senam yang berifat nasional. Sebelum lahir senam ini, terlebih dikaji duliu gerakan-gerakan yang dapat meningkatkan kebugaran masyarakat. Tak hanya itu, sebuah sayembara untuk mengiringi musik senam dengan beberapa syarat khusus. Syarat-syarat tersebut antara lain mengenai hitungan, irama lagu, hingga tema lagu. Tema lagu harus sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia, pancasila, dan UUD 1945.

Sayang, tak ada peserta yang memenuhi syarat sayembara berhadiah 200 ribu rupiah tersebut. Maka, panitia sayembara tersebut menunjuk salah satu Dirjen Kesenian Depdikbud yakni RAY Sudjasmin sebagai komponis proyek senam nasional ini. Proyek ini diharapkan selesai sebelum HUT RI Ke-30 pada 17 Agustus 1975. Dan proyek pun berhasil. Dikenalkanlah senam yang disebut Senam Pagi Indonesia (SPI) oleh Presiden Soeharto pada pidato kenegaraan Sidang DPR 16 Agustus 1975. Presiden Soeharto menyerukan untuk memulai senam ini secara teratur di seluruh instansi, sekolah, dan masyarakat.

Selepas seruan Presiden Soharto ini, maka mulailah dilakukan kegiatan masif untuk memasyarakatkan SPI. Semasif kegiatan khas orde baru lain, semisal kelompencapir dan penataran P4. Program penataran, seminar, hingga kursus dilakukan. Peserta yang mengikuti aneka kegiatan tersebut akan diberi sertifikat. Puluhan ribu kaset SPI disebar ke seluruh wilayah nusantara. Dan, senam ini menjadi propaganda pemerintah orde baru yang disebut Presiden Soeharto sebagai Panji Olahraga : “mengolahragakan masyarakat dan memasyaraktkan olaharaga”.

Salah satu buku petunjuk Senam Pagi Indonesia (oxl.com)
Selepas seri pertama, SPI kemudian berkembang ke seri berikutnya (A, B, C, dan D). Semenjak adanya Kemenpora pada 1983, SPI lalu disempurnakan menjadi Senam Kebugaran Jasmani (SKJ). Penyempurnaan ini dilakukan dengan menyingkat waktu senam, mempercepat tempo senam, hingga mengarasemen ulang lagu-lagu yang digunakan. Musik SKJ pertama sendiri dibuat oleh salah satu komponis Indonesia, Nortier Simanungkalit. Musik yang digunakan dibuat meriah karena senam ini bersifat aerobik dan banyak terdapat gerakan dinamis.


(Nortier Simanulangklit, Sumber : tahuberita.com)
 
SKJ lalu menjadi senam wajib menggantikan SPI sejak 11 Maret 1984, bertepatan dengan tanggal lahir awal mula kekuasaan orde baru (peristiwa supersemar). Pemerintah orde semakin menggalakkan senam ini yang juga tertuang dalam Rencana Lima Tahun (Rapelita) IV, yang berlangsung pada kurun 1984-1989. Setiap minggu, TVRI bahkan memutar SKJ untuk lebih menggalakkan senam ini. Penggalakan SKJ diikuti dengan pelarangan senam lain, terutama senam yang berbau Cina, seperti senam waintankung (kelak berubah nama menjadi Senam Sehat Indonesia) dan senam Taichichuan (kelak berubah menjadi Senam Tera Indonesia).

Senam Taichichuan yang kini dikenal sebagai Senam Tera Indonesia (http://senamteraindonesiajakartabarat.blogspot.co.id/)
SKJ berkala setiap 4 tahun dengan beberapa penyempurnaan. Hingga akhirnya, pemerintahan orde baru pun berkahir. SKJ tak lagi menjadi senam wajib. Meski pemberlakuan jam krida olahraga masih berlangsung hingga saat ini, SKJ tak dilakukan oleh semua instansi. SKJ 2012, yang merupakan SKJ teranyar, tak begitu diminati. Dalam sejarah senam saya di sekolah, hampir tiap tahun ketika duduk di bangku SD (periode 1990an akhir hingga 2000an awal), senam di sekolah saya berganti. Mulai SKJ 96, senam poco-poco, senam santri, dan senam jawa timuran. Ketika SMP, sempat saya melakukan senam 2004 sebelum diganti kembali dengan senam ayo bersatu. Saat SMA dan kuliah, tak ada senam jumat pagi yang dilakukan.

Cover SKJ 88 (i1.sndcdn.com)
Ketika mengikuti masa praktik kerja lapangan di sebuah pabrik gula milik PTPN, setiap jumat pagi saya melakukan senam bersama karyawan. Dipandu seorang instruktur wanita dengan iringan musik disko cepat berlagu Sagita Asololey Icik-icik ehem dan gerakan yang susah ditirukan. Saat bekerja di sebuah sekolah, SKJ kembali tak digunakan. Tiap jumat pagi, senam gemu famire seakan berlomba dengan senam musik disko yang memakan iringan halus dari senam yoga.

Sumber : Majalah Hostoria Nomor 5, 2012
Previous
Next Post »
35 Komentar
avatar

kalau senam kesegaran jasmani ya aku sudah hafal gerakannya memang sering dipakai
sekarang memang ada senam pinguin belum hafal dan menurutku gerakannya lucu haha

Balas
avatar

senam kesehatan perlu dilakukan setiap hari minimal dua kali dalam seminggu, dengan rajin berolah raga badan menjadi bugar ...betul?

Balas
avatar

Wah baca artikel ini jadi inget jaman SD. Tiap pagi kudu senam. Agak males seh. Wkwkwk. Tapi katanya, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat ya mas. Hehe

Balas
avatar

Saya jadi ingat masa-masa SD dulu. Tiap pagi kudu senam hehe

Balas
avatar

Sekrang kanan ee...
nona manis putarlah ke kanan ke kanan ke kanan ke kanan dan ke kanan
ke kanan manis ee......

kanget banget saya dengan lagu ini.

Balas
avatar

Baru tahu kalo SKJ sempat jadi hal yang wajib pas orba. ._.
Gileeee itu aku pernnah joget-joget pake ge mu fa mi re. Muahahaha. Seru itu lagunya. \:p/

Balas
avatar

Sekrang kanan e nona manis putarlah ke kanan ke kanan ke kanan ke kanan dan ke kanan ke kanan manis e
saya sebagai anggota pramuka pun masih suka senam Gemufamire dan senam pinguin. Gerakannya itu sesuatu banget, sampai kadang terdengar musiknya pun ingin bergegas senam

Balas
avatar

guru olahraganya kudu update instagram dulu mas, biar bisa hits gara2 senam gemufamire:)
kalau senam pramuka nggak masuk senam wajib ya mas?

Balas
avatar

Saya membaca artikel panjenengan mas dan menikmati musiknya smp selesai..mbr ngeh kalo dr NTT

Balas
avatar

SKJ, ah jadi mengingatkan masa saat masih sekolah SMP dan SMA dulu. Sempat dibuat pening untuk menghafalkan gerakannya. Sampai beli kaset yang ada sampul gambarnya. Benar-benar menyiksa.
senam pinguin, ditempat saya lagi trend.

Balas
avatar

baca ini jadi kangen senam :( sekarang gatau kalau mau senam di mana :(

Balas
avatar

Aku jadi inget waktu SD dulu, dimana setiap jum'at harus senam. Sekarang udah berapa tahun gak senam. Asik juga pengen senang lagi..hehe

Balas
avatar

Baru tahu kalo sebelum SKJ tuh ada SPI. Hmmm. :| Kalo nggak salah, pas zaman gue senamnya SKJ 2000. :D

Dan gue suka sekali dengan lagu Ge Mu Fa Mi Re haha.

Balas
avatar

Kok aku baru tahu ya...
ternyata senam jaman ku dulu juga disebutin disini yak... mantab penjelasanya... good

Balas
avatar

Baca tulisan ini jadi tahu sejarahnya senam. Saking wajibnya SKJ 88 jadi hafal dan bikin nostalgia nih kalo diinget2. Bagus juga sih ya mulai berkembang macam-macam senam, supaya gak membosankan..

Balas
avatar

Sampai kuliah, di kampus masih ada senam Jumat :D Yaa, meskipun nggak wajib untuk mahasiswa sih. Ternyata sejarahnya senam jadi program rutin di Indonesia lumayan panjang ya. Makasih ulasannya :)

Balas
avatar

KENAPA JUMAT PAK GURUUUU...
aku suka KZL, kebetulan kost aku dekat kantor PLN yang mana tiap jumat pagi sudah berisik musik senam dan itu mengganggu aku buat bangun siang. hiks sedih

Balas
avatar

Ternyata ini toh senam yang kekanan kekanan gitu.. wkwkw.. waktu kemah pramuka paginya senam gini.. lagunya enak bgt didnger.. sampe skg baru tau kalo lagunya itu.. hihi..

Balas
avatar

senam pinguin emang lucu bisa buat badan segar juga

Balas
avatar

yuk jangan males olaharaga terutama senam mas...

Balas
avatar

esde itu paling berkesan emang

Balas
avatar

baru tau kan, saya juga hehehe
yuk ikutan senam

Balas
avatar

iya ini aku juga tau pas kemah di lemdikacab mas

Balas
avatar

ini sudah pada ngehits guru OR-nya
senam pramuka gak mas, gak ada senam wajib di SD sekarang

Balas
avatar

lagunya emang seru
iya ini dari NTT mas

Balas
avatar

hahah korban orba ya mas
iya ini senam pinguin lagi ngehits

Balas
avatar

iya SKJ 2000 pernah coba belajar tapi ga bisa -_-

Balas
avatar

wah SKJ 88 bu, hmmm
gak bosen bu cuma jadi gak seragam, gak ada yg pakem

Balas
avatar

lho kuliah di mana? kok ada senam ? #penasaran

Balas
avatar

karena jumat hari pendek
gak enak klo langsung kerja
hahaha itu suruh matiin aja

Balas

Terimakasih sudah membaca. Biar tercetak sejarah, jangan lupa tulis komentarmu di bawah ini, ya!