Pantai di Malang Selatan Bagus, Cuma................(Bagian 4)

Ternyata, dari Pantai Ungapan, masih ada banyak pantai yang menarik untuk dikunjungi.



Namun, karena terbatasnya waktu dan tenaga, beberapa pantai yang sebenarnya asyik harus saya skip. Saya akhirnya memilih 2 pantai lagi yang masih bisa saya kunjungi sebelum kembali ke teritorial wilayah Malang Kota.

Pantai selanjutnya yang membuat memori saya tak bisa terhapus adalah Pantai Batu Bekung. Saya masih belum menemukan alasan tepat mengapa disebut sebagai Batu Bekung. Dari radar cenayang saya saat di sana, gugusan batuan karang yang membatasi daratan dengan lautan yang membuat pantai ini dinamakan demikian (Correct Me If I Wrong). Karang ini asyik banget. Seperti perisai yang menghalangi hempasan ombak yang menerjang. So sweet ya.


Selfie di depan karang memang asyik, tapi tetap hati-hati.


Tapi saya juga ikutan haha
Yang asyik lagi, banyak spot-spot di pantai ini yang bisa digunakan untuk leyeh-leyeh. Kegiatan leyeh-leyeh bisa dilakukan di atas bukit yang juga merupakan gugusan karang. Sambil leyeh-leyeh, kita bisa menikmati desiran ombak yang aduhai. Pas saya punya kesempatan leyeh-leyeh, kebetulan cuaca agak mendung. Jadi, saya bisa menikmati dunia dan seisinya sambil menikmati lagu-lagu Philpop berbahasa Tagalog. Duh, tetep ya.

Enak banget leyeh-leyeh gitu....

Enak banget pokoknya. Gak kepikiran lagi deh kalau besoknya saya masih harus ngumpulin Laporan BOSNAS dan BOSDA. Yang penting heppi. Yah, meski badan agak sakit karena ya namanya karang tau kan gimana. Tapi asyik lho buat leyeh-leyeh. Apalagi, dengan berbantalkan ransel. Rekan jalan-jalan saya sampai ketiduran saking capeknya habis nyetir lama.

Sehabis puas leyeh-leyeh, kawan saya mengajak untuk mengeksplor pantai ini. Untuk mendapatkan spot foto, katanya kami harus manjat bukit di dekat tempat leyeh-leyeh tadi. Aduh, saya agak gimana gitu karena jalan manjatnya pas di bibir pantai. Tapi, karena saya sudah jauh-jauh ke sana sayang kan kalau dilewatkan?

Selepas adegan berbahaya dengan kondisi sandal yang gak begitu oke, alhamdulilah saya sampai di (hampir) puncak bukit. Dan Subhanallah, Gusti, buaguuuus tenan. Saya bisa lihat garis pantai Malang selatan yang oke punya. Berhiaskan tebing-tebing menawan dan sesekali berpadu dengan pasir yang ciamik. Belum lagi, warna air yang bikin baper. Plus ombak besarnya itu lho buat males untuk beranjak dari sana.

Kereeen kaaaan.

Sayang kalau buat gadgetan aja.
Gak rugi deh pokoknya, ini pantai sangat direkomendasikan. Malah, rekan saya masih belum puas dengan memanjat lagi untuk mencapai puncak bukit. Saya? Gak deh, lambaikan tangan saja. Di tempat saya berada sudah cukup. Kata teman saya, pemandangannya lebih bagus. Nanti deh. kalau saya sudah punya baling-baling bambu tak ke sana.

Dia masih belum puas pemirsah...

Saya di sini aja ya

Oke, akhirnya dengan berat hati saya harus meninggalkan pantai indah itu. Berlanjut ke pantai selanjutnya bernama Pantai Ngudel. Kalau tak salah, pantai ini cukup dekat dengan Pantai Balekambang. Untuk menuju ke sana, kami harus menempuh jalan cukup panjang dari JLS. Sekira 3 kiliometeran barulah kami sampai. Jalannya mulus, jadi sayang untuk dilewati.

Sama sih seperti pantai lainnya, pantai ini juga memiliki keunikan yakni gugusan tebing di sekitarnya. Ada sebuah pulau karang juga di tengahnya yang menjadi ciri khasnya. Tapi, yang saya suka, air di pantai ini bening benget. Juga, pasirnya itu lho yang ke-pink-pink-an gitu, Masya allah, mana tahan untuk tidak keceh (maen aer) di sana. Alamak, saya puas-puaskan deh karena ini pantai terakhir. Kata teman saya, pantai ini juga bagus  buat lihat sunset. Cuma ya itu, karena saya harus capcus, maka keinginan itu harus saya kubur dulu sementara waktu. Janji, saya bakal maen lagi dalam waktu singkat.

Pemandangan pertama yang saya lihat

Hmmm, bolehlah....

Selfie dulu yuuk

Foto lagi foto lagi


Maunya sih di sini terus, tapi.................
Dan, akhirnya, tuntas sudah perjalanan saya menyusuri pantai-pantai asyik di Malang Selatan. Tapi, postingan tentang pantai belum berakhir. Pada episode selanjutya, perkenankalah saya sebagai putra daerah (duh, macak kakang mbakyu banget) memberi beberapa opini mengenai pengembangan wisata Malang Selatan.


Cuma, aku tak mikir sek rek, hahahaha.
Previous
Next Post »
6 Komentar
avatar

Liat ombaknya kayanya enak buat background pic prewed hihihihi

Balas
avatar

pemandangan dari atas itu keren mas :D kelihatan deburan ombaknya...kayake wajib pakai sandal kalo ke tepi pantai...lihat karangnya dah ngilu...( kaki dl pernah sobek kena karang )

Balas
avatar

Deretan pantainya seperti di Gunungkidul, banyak tebingnya. Tapi buat melihat senja pasti mantap indahnya.

Balas
avatar

aduh sakit tuh, tapi emang alas kaki harus pas kalo ke tempat gini...

Balas
avatar

iya mas, ciri khas pantai selatan Jawa emang gitu ya mas, asyik deh

Balas

Terimakasih sudah membaca. Biar tercetak sejarah, jangan lupa tulis komentarmu di bawah ini, ya!