Bersyukur Atas Karunia Ikatan Hidrogen

Air merupakan salah satu Sumber daya alam penting di muka bumi ini. 

Sumber : hwstatic.com

Tanpa adanya air, mustahil makhluk hidup mampu bertahan hidup di bumi ini. Makhluk hidup membutuhkan air untuk berbagai keperluan hidupnya. Terlebih lagi bagi manusia, air merupakan senyawa penting yang menyusun tubuh manusia.

Membicarakan air, pernahkah kita berpikir mengapa pada temperatur  kamar (temperatur kita mampu hidup dengan normal) air berwujud cair? Mengapa kita sulit sekali mempertahankan wujud padat air seperti es batu pada temperatur kamar? Mengapa pula kita sulit untuk membuat air berwujud gas pada temperatur kamar?

Sifat air semacam itu, yang memiliki titik lebur  0°C dan titik didih 100°C pada tekanan 1 atm ternyata disebabkan adanya sifat khusus pada air. Apa sifat khusus tersebut? Jawabannya adalah adanya ikatan hidrogen yang terjadi antar molekul air.


Es yang Segera Mencair pada Temperatur Kamar (semuaartikeladadisini.blogspot.com)

Apakah ikatan hidrogen itu? 

Ikatan hidrogen merupakan salah satu gaya antar molekul, yakni gaya dipol-dipol yang paling kuat. Gaya antar molekul sendiri adalah gaya tarik-menarik antara molekul-molekul yang saling berinteraksi. gaya ini terdiri dari tiga jenis gaya, yakni gaya London, gaya dipol-dipol induksian, dan gaya dipol-dipol. Ikatan hidrogen merupakan salah satu jenis gaya dipol-dipol, yakni gaya antar molekul yang terjadi pada molekul-molekul polar. Molekul polar sendiri adalah molekul yang memiliki momen dipol.

Energi yang dimiliki oleh ikatan hidrogen adalah antara 4 sampai 45 kJ/mol. Jika diamati, energi ini jauh lebih lemah daripada ikatan ionik maupun ikatan kovalen yang besarnya antara 400 hingga 500 kJ/mol. Inilah salah satu alasan yang menyebabkan mengapa air pada temperatur kamar tidak berwujud padat.  Meskipun ikatan hidrogen pada air tidak sebesar ikatan ionik (seperti pada garam dapur) dan ikatan kovalen (seperti pada batang karbon), namun ikatan ini sangat penting bagi kehidupan manusia.



Mengapa penting ?


Jika kita andaikan bahwa tidak ada ikatan hidrogen, terutama pada air maka pada tekanan 1 atm, air akan mendidih pada temperatur  -100°C. Bisa dibayangkan sulitnya kehidupan kita. Kita mustahil untuk minum, mandi, apalagi membuat es krim. Seluruh air di lautan akan menjadi uap air. Dan, tak akan mungkin adanya kehidupan di bumi.


Tidak hanya terdapat pada air, ikatan hidrogen berperan penting pada protein yang menyusun tubuh makhluk hidup. Protein sendiri merupakan kumpulan residu-residu asam amino yang terikat oleh ikatan peptida. Selanjutnya, protein akan membentuk struktur 3 dimensi yang menyebabkan strukturnya menjadi kompak dan fungsinya dapat terlaksana dengan baik. Bisa dibayangkan pula jika tidak ada ikatan hidrogen maka niscaya tak akan ada protein yang mampu berfungsi dengan baik sehingga tak akan ada kehidupan yang berlangsung.


Sebuah keteraturan yang hanya bisa diatur sedemikian rupa oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Alangkah egonya kita hanya bisa mengeluh. Mestinya kita malu dengan sikap kita. Mari kita senantiasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas karunia yang diberikan kepada kita berupa ikatan hidrogen. Seyogyanya kita selalu berdoa sebelum melakukan kegiatan seperti makan, minum, dan sebagainya sebagai rasa syukur kita atas karunia Tuhan Yang Maha Esa.


Sumber Tulisan: Effendy. 2008. Teori VSEPR, Kepolaran, dan Gaya Antar Molekul. Malang: Bayumedia.

Previous
Next Post »
25 Komentar
avatar

Ya itulah kadang sifat manusia ,hanya focus pada kekurangan bukan pada kelebihan yang dimilikinya. Akhirnya hanya mengeluh.

Balas
avatar

Jadi belajar ttg hidrogen saya nih :)

Balas
avatar

Jarang-jarang orang yang pandai kimia sekalipun ngeh (memperhatikan) seperti ini loh. Gagasan tulisan yang sangat bagus buat diperkenalkan anak sekolah dan anak ngaji.

Balas
avatar

Coba bayangkan apa yang akan terjadi jika tidak ada ikatan hidrogen.

Balas
avatar

Sudah lupa semua hidrogen molekul sifat kimia lainnya hehehe. Baa ini jadi kayak kilas balik. Air sebelum diminum dan didoain yg baik juga partikelnya membentuk teratur, indah sekali. Kalau nggak didoain berantakan partikelna lho :)

Balas
avatar

eaaaa eaaa sok ilmiah nih kak ikrom, tumben >.<

saya dulu SMA belajar kimia pake bukunya Prof Effendy juga

Balas
avatar

saya jafi ingat guru kimia saya waktu di SMU pak Hidir Yakub, suaranya lembut dan sabar, terima kasih guruku

Balas
avatar

Ilmu ikhlasnya mesti dipelajari lagi biar nggak gampang ngeluh. Walau saya sendiri kadang masih suka ngeluh.

Balas
avatar

kekurangan orang lain dan kekurangan diri sendiri kadang malah lebih nyata dan menderitakan, padahal pasti kita dan orang lain tersebut punya kelebihan

Balas
avatar

Kenapa aku jadi pusing setelah baca postingan ini? Oh aku tau ! Ini pasti gara-gara bahasa-bahasa kimia ituh !

Balas
avatar

Gila mendidih di -100 derajat? Gue suhu 17 derajat aja udah menggigil gitu. :(

Balas
avatar

Meninggalkan jejak dulu di blog ini :D

Ada air, es batu.. Gak lengkap tanpa pemanisny :p

Balas
avatar

nah itu dia mas, rumput tetangga lebih asyik ya keliatannya padahal punya sendiri lebih asyik.

Balas
avatar

ini yang sekarang jadi tujuan pendidikan mas, antara kognitif dan spoiritual gak terpisah, nyambung.

Balas
avatar

iya, ada kan mbak gambar air yang didoain sama yang habis dimarah2in
ternyata ada hubungannya sama sifat kristal air
kata dosenku dulu sih gitu..

Balas
avatar

lagi ketempelan jin baik kak ros, hihi
ini dosen saya mbak, beliau emang ngarang banyak buku...

Balas
avatar

iya mbak, ini ilmu susahhhh banget...

Balas
avatar

sepakat mang, hidup ini sawang sinawang

Balas
avatar

minum obat Pak kalau pusing, hihi

Balas
avatar

yang ada manis2nya gitu
terimakasih Mang Deddy

Balas
avatar

Ada aja nih ide tulisannya. Terimakasih sharingnya, jadi inget pelajaran kimia zaman sekolah dulu.

Balas

Terimakasih sudah membaca. Biar tercetak sejarah, jangan lupa tulis komentarmu di bawah ini, ya!