Artis Smule Philpop Dadakan

Aduh, saya sedang dalam tekanan batin tingkat dewa.

Ilustrasi/http://whatsapps4laptop.blogspot.co.id


Bagaimana tidak, ada saja episode laporan BOS yang belum kelar. Nah, agar tak stress, maka saya butuh hiburan. Celakanya, saya sekarang pilih-pilih banget untuk menghibur diri. Bagi seorang jomblo kesepian seperti saya, tak mudah lho mencari hiburan. Diantara sekian banyak hiburan yang ada, pilihan saya jatuh kepada : Smule.

Beruntung sekali saya hidup di zaman sekarang. Apa-apa ada. Jadi, saya bisa berkaraoke dengan asyik tanpa mengeluarkan kocek yang dalam. Tak seperti tempat karaoke, kita hanya butuh 12.000 tiap bulan untuk bisa bernyanyi aneka lagu semau kita. Kita bisa berkolaborasi dengan orang lain yang belum kita kenal. Dengan aneka suara tentunya.

Nah, kalau anda membaca postingan saya sebelumnya, saat ini saya sedang menggandrungi lagu-lagu Philpop. Artinya, ketika saya mencoba menyanyi di aplikasi Smule, yang saya nyanyikan adalah lagu-lagu Philpop. Kenapa saya suka Philpop? Balik lagi kepada alasan saya menggandrungi Filipina dan aneka isinya, hehe.

Saat saya mencari lagu-lagu Philpop di Smule, saya tak terlalu kesulitan. Selain minat menyanyi orang-orang Filipina yang cukup tinggi, rupanya mereka juga gencar mengunggah lagu-lagu Philpop terbaru. Baik yang merupakan versi asli (original), atau versi covernya. Semisal, versi akustiknya. Tak hanya rajin mengunggah, mereka juga punya beberapa “Perkumpulan Smule”. Perkumpulan semacam ini juga temukan perkumpulan ini pada para smuler Indonesia.

Namun, yang membuat asyik, tak jarang mereka melakukan audisi untuk mencari bibit-bibit baru dalam dunia tarik suara. Ternyata, setelah saya telusuri lebih dalam, banyak diantara mereka mencari bibit-bibit baru untuk dijadikan artis cover lagu-lagu tertentu di youtube. Oh, ada juga toh semacam itu. Saya baru ngeh karena setelah melihat cover lagu Philpop di youtube, yang nyanyi kok kebanyakan pernah duet dengan saya. Ceile.

Di balik itu, menyanyikan lagu Philpop yang berbahasa Tagalog sama artinya juga dengan menyelami bahasa tersebut. Bahasa yang bagi sebagian besar orang di sekitar saya aneh dan tak penting untuk dipelajari. Bahasa yang bagi banyak orang juga terdengar seperti logat ngapak basa Banyumasan. Akhirnya, saya harus memiliki mental kuat untuk bisa menyanyikan lagu-lagu berbahasa Tagalog tersebut di tengah penutur bahasa Indonesia dan bahasa Jawa.

Nah, menyanyikan lagu Philpop di Smule itu juga bisa dijadikan alternatif belajar bahasa Tagalog. Kesulitan utama saya belajar bahasa ini adalah penggunaan konektor antar kata. Jadi, dalam bahasa Tagalog, dikenal dengan adanya konektor (kata hubung) yang menghubungkan antar kata. Contohnya adalah ng, ang, mga, sa, mo, dll. Nah, saya masih belum paham betul kapan konektor-konektor tersebut digunakan. Ketika membaca buku Tagalog Lesson for Beginner, saya masih sering kesulitan menentukan kapan konektor-konektor itu dipakai. Nah, setelah bersmule ria, sedikit-sedikit saya paham penggunaan konektor tersebut. Apalagi, jika arti dari lagu tersebut adalah pujian terhadap seorang wanita. Duh, mana tahan?

Kesulitan lain adalah pemenggalan kata. Dalam bahasa Tagalog sendiri, pola kalimat yang digunakan sering menggunakan pola P-S-O (Predikat-Subyek-Obyek). Masalahnya, sering sekali, predikat yang digunakan terpenggal dan bagian akhirnya bergabung dengan konektor yang menghubungkannya dengan subyek. Bingung kan?

Gampangnya, kadang antara bacaan dan pengucapannya tidak sama. Meskipun, kalau didengarkan seksama, ya masih mirip. Contohnya pada kalimat:
Sayang din naman ang porma
Cara baca yang tepat ternyata adalah : sayang di nama nang porma
Huruf n pada kata “naman” bergabung dengan konektor ang yang menhubungkannya dengan kata “porma”. Nah ini yang membuat saya semakin tertantang menyanyikan lagu-lagu Philpop.

Asyiknya lagi, karena beberapa waktu lalu ada sinetron Filipina yang booming di Indonesia, maka banyak smuler dari Indonesia yang menyanyikan lagu Philpop. Lucunya, karena ya masih sama-sama belajar dengan saya, kadang pemenggalan-pemenggalan seperti di atas kacau balau. Belum lagi, banyak smuler yang membaca konektor “ng” yang seharusnya dibaca “nang” jadi neng. Konektor “mga” yang seharusnya dibaca “manga” jadi moga. Maka, ketika ada smuler wanita Indonesia yang menyanyikan lagu Philpop dengan kalimat semisal “Ang araw ng mga puso ...... kita”, saya dengarnya ya neng dan moga terus kita. Iya neng, semoga kita berjodoh ya, hihi. Hal terakhir yang gokil saat menyanyikan lagu-lagu Philpop adalah suara medok saya yang tak bisa hilang. Yah , namanya saja orang Jawa. Padahal, ketika saya beryanyi, rasanya gak medok-medok amat. Tapi, begitu mendengar rekaman suara saya, yang harusnya ngapak jadinya medok total. Tak apalah, namanya juga lagi belajar kan?


Oke terimakasih terimakasih :)


Anyway, nyanyi lagu Philpop itu asyik. Para smuler Pinoy yang kebanyakan juga TKF (Tenaga Kerja Filipina) itu suaranya asyik-asyik. Bikin merinding. Tak hanya itu, mereka juga mengapresiasi  suara medok saya dan kadang juga heran, kok mau-maunya orang Indonesia menyanyikan lagu-lagu Philpop. Yah, namanya juga hiburan kan?



Okay, please join singing po ung masyadong marunong :D
Previous
Next Post »
28 Komentar
avatar

Jangan bersedih jadi jomblo,Bersyukurlah jadi jomblo, kenapa karena tuhan sangat sayang sama kita, ya betul selain untuk memghemat jiwa tenaga dan perasaan juga menghemat isi dompet lumayan kan bisa di pake untuk kebutuhan sehari hari.

Balas
avatar

gak sedih mas, malah dibuat heppy, makanya nyanyi di smule, hehe

Balas
avatar

Kayaknya orang bikin pengakuan jomblo di postingan tu lagi ngetren ya? Iklan terselubung? #salahfokus :D Aku blum pernah nyoba smule. Berasa kudet jadinya.

Balas
avatar

lagu2 philpop biasanya dengerin pas lagi ada film kesukaan aja, jadi kayak ost film apa gitu, baru dengerin. btw, sampe skrg ku ta pernah mendownload smule, masih tetep hits lah.

Balas
avatar

Waduh, Predikatnya duluan? kalau bahasa eropa itu pasti dikira kalimat tanya ya?? btw,,,asik juga ya belajar bahasa tagalog, ga sesusah bahasa thai tapi ga gampang juga...semangaaaattt

Balas
avatar

malah saya mah belum eprnah degerin lagu philpop

Balas
avatar

Jomblo itu menyenangkan, buktinya bisa smule bebas tanpa gangguan dari pacar. :)

Balas
avatar

Wah pilihan lagunya gak ngerti sama sekali bahasanya. Saya juga ngapak bro. Salam ngapak!

Balas
avatar

Saya pernah punya teman orang Filipina, sempat heran karena rupanya banyak kata yang mirip dengan bahasa Indonesia.

Kunjungan perdana mas, salam kenal dari Makassar

Balas
avatar

aku naq Banyumas asli nih, emang beneran mirip bahasa ngapak?

aku nggak pernah smule.an. selain karena nggak bisa nyanyi, smule juga boros kuota.

Aku sendiri sedang menyelami bahasa Korea lewat lagu dan drama-drama Korea. menurut orang lain memang aneh, tapi ya gimana ya? namanya juga udah suka.

Balas
avatar

Aku jadi tertarik nih belajar bahasa Tagalog. Kemarin ada sih teman fb Philippine yang ngajari, tapi masih nggak ngudeng. Salam kenal numpang bw

Balas
avatar

aku kok malu dengerin suara sendiri di smule hahahah

Balas
avatar

Boleh dicoba nih! kayaknya seru!

Balas
avatar

Hahaha... Benar banget, iklan terselubung. Promosiin diri jomblo di blog. Hahaha *peace masss...

Balas
avatar

hahaahha bener banget mbak Lutfi tau saja akal bulus saya. dicoba mbak kita bisa duet tar hihi

Balas
avatar

Mas Mirwan : blog kan buat promosi, termasuk promosi diri haha

Balas
avatar

lho suka Film PH juga mbak Ben?
btw mbak Ben tetap ngehits kok sepanjang masa hihi

Balas
avatar

itu yang bikin pening Ate Puspa, PSO-nya sering buat gagal paham. saya dulu pernah belajar bhs Jerman juga gitu, kalimat tanya kan?
yah semangaaat aja ya

Balas
avatar

wah sepakat, komen bernas Mbak Wulan :)

Balas
avatar

hihihi
wah saya pingin banget bisa ngapak Mas

Balas
avatar

bahasanya masih satu rumpun sama bahasa Jawa dan Melayu, makanya banyak kata yang mirip mas
wah terimakasih sudah berkenan mampir ke blog saya, salam kenal juga :)

Balas
avatar

temenku yg anak Banyumas juga bilang gitu mbak, mirip banget, jadi sampaean ke Filipina aja juga, hihi

emang boros kuota mbak, tapi asyik kok

nah iya namanya suka gimana ya egp aja lah.

Balas
avatar

wah ato belajar biar pinter dan bisa rasan2 pake bahasa Tagalog #eh
makasih kunjungannya akan di BW juga ;)

Balas
avatar

sama sih mas cumi, tapi gpp kapan lagi eksis haha

Balas

Terimakasih sudah membaca. Biar tercetak sejarah, jangan lupa tulis komentarmu di bawah ini, ya!