5 Lagu Philpop Yang Masuk Playlist Saya (BAGIAN 4)

Masih suka Philpop? Yah masih lah.

www.wish1075.com

Kegilaan saya pada Philpop semakin menjadi-jadi dengan seringnya melakukan rekaman suara di dapur rekaman aplikasi Smule. Bukan apa-apa sih, cuma mana ada produser yang menawari saya rekaman. Secara, suara saya cuma nyampai 0,5 x 1/4 + 15% oktaf.

Dari seratusan lagu yang saya rekam di Smule, 99 diantaranya adalah lagu berbahasa Tagalog alias Philpop. Gak nasionalis? Biarin deh. Aneh? Biarin juga. Dibilang lagi baca mantra? Biarin juga. Yang penting, heppy. Bukan begitu?

Oh ya, pada postingan sebelumnya saya sudah menghadirkan 15 lagu Philpop yang masuk playlist saya. Meski beberapa diantaranya tergolong lagu-lagu OPM (Original Philppines Music), tapi biar gak bingung saya masukan saja dalam satu rangkaian Philpop. Nah, ternyata saya menemukan lagi lagu-lagu asyik setelah melihat acara musik di TV Filipina, ABS-CBN dan GMA Network. Beberapa lagu diantaranya masih baru dan yang lain lagu lama yang didaur ulang. Oke inilah dia lagu-lagu Philpop yang masuk Playlist saya bagiaan keempat.

1. Lagi Mong Tatandaan (Parokya Ni Edgar)

Imipian saya terbesar saat ke Filipina nanti adalah melihat konser grup band ini. Entah konser Live Jam atau berdiri manja di super mall maha luas, saya gak peduli. Album baru bertajuk Pogi Years Old yang baru dirilis akhir tahun kemarin membuat saya semakin klepek-klepek. Ini band asyik banget.

Lagu berjudul Lagi Mong Tatandaan (Selalu Teringat) ini berkisah seorang pria yang mencintai seorang wanita. Alkisah sang wanita masih memiliki pasangan. Duh, saya gak bisa membayangkan gimana rasanya seperti itu. Hanya bisa menatap nanar ketika melihat wanita yang dikasihinya berjalan bersama pria lain.

Namun, karena kesabarannya, ia mendapatkan hasil. Sang wanita dicampakkan kekasihnya dengan adegan maen PS. Aduh gak banget deh. Cowok apaan tuh. Haha. Dan happy endingnya, sang pria berhasil menaklukkan hati wanita tadi. Co cewwt.

Bagi saya, lagu ini Indonesia banget. Mulai dari nadanya hingga pemeran video klipnya. Plus jalan ceritanya. Mau dengerin? Silahkan.




2. Harana (Parokya Ni Edgar)

Lagu kedua dari PNE yang saya suka lagi adalah Harana. Jika dibahasainggriskan berarti Serenade. Lagu ini sebenarnya sudah lama. Hanya  saja sering didaur ulang. Berkisah tentang seseorang yang sedang falling in love. Menggambarkan suasana hatinya yang sedang dimabuk cinta. Seperti di film-film gitu. Ow.

Tapi saya senang dengan bagian reffnya. mendayu-dayu gimana gitu. Apalagi saya juga menemukan cover lagu ini dari tim akapela "The Akafellas". Mereka menyanyikan lagu ini dengan asyik. Ngebeat dan membuat semangat bertambah. Jadinya, saya putar terus berulang-ulang.

Versi aslinya





Versi cover yang asyik banget




3. Sirena (Gloc 9 ft. Ebe Dancel)

Selain Abra, Gloc 9 adalah salah satu rapper papan atas Filipina yang hingga sekarang masih ngehits. Banyak karyanya yang berisi kritik sosial bagi masyarakat Filipina. Salah satunya adalah lagu berjudul Sirena ini yang berarti mermaid atau putri duyung.

Dikisahkan seorang anak laki-laki yang "kemayu". Suka berdandan. Bermain dengan para wanita. ayahnya sangat sering menghukumnya. Meski begitu, dia tetap senang dengan kewanitaannya. Hingga akhirnya, ketika ia dihukum ayahnya ia dimasukkan air, ia menyadari kesalahannya dan mulai berubah. Aduh sinetron banget ya ceritanya.
.



4.  Hari ng Tundo (Gloc 9 ft. Denice Barbacena)

Ini lagu juga mantap jiwa. Kalau tak salah, lagu ini merupakan lagu soundtrack dari film Manila Kingpin, The Asiong Salonga Story yang berlatar bangunan di sekitar Intramuros. Lihat cuplikan film ini saya jadi begidik. Gimana horornya tingkat kejahatan para gangster di Manila City, Metro Manila serta kota-kota di sekitarnya seperti Taguig dan Pasig. Makanya, petugas imigrasi memberi saya warning hati-hati agar tidak hilang saat ditanya tujuan saya. Aduh, tapi ya gimana lagi udah nawaitu, Bismillah saja.

Lagu yang berarti Raja Tundo ini bagi saya asyik sih. Mendayu-dayu khas lagu-lagu Melayu. Tapi, di tengah lagu yang dangdut-able tiba-tiba ada rapnya. Asyik kan? 


Ketika saya mendengar cover yang dinyanyikan beberapa orang kok malah seperti orkes Melayu. Lha. Apalagi saya menemukan juga ada dua anak SD yang menyanyikan lagu ini cukup enak. Meski memakai baju main (celana pendek) dan berada di perkampungan padat penduduk yang kumuh, tapi jangan ditanya suaranya. Mantaaap jiwa. Inilah salah satu alasan kenapa saya ngebet banget ke Filipina. Ah semoga saya juga bisa menemukan hal-hal seperti ini.

Ini versi aslinya


Ini versi covernya

  
5. Tulad Mo (TJ Monterde)

Masih ingat Budi Doremi? Kalau lihat penyanyi yang ngehits ini saya jadi ingat Budi Doremi. Meski gak pakai topi, tapi lagu-lagunya (bagi saya) mirip. Entah nada-nadanya atau lirik-liriknya yang banyak memuja seorang wanita. Apalagi, ia juga bernanyi dengan membawa gitar.

Penyanyi asal Davao City yang juga pernah mengikuti ajang pencarian VJ ini juga baru saja merilis album bertajuk Ikaw at Ako (Aku dan Kamu) pada 2016 kemarin. Lagu berjudul Tulad Mo ini merupakan lagu hitsnya yang berarti sepertimu berkisah seorang lelaki yang penasaran dengan seorang wanita yang dicintainya. Makanya ia sangat kepo dengan identitas wanita tersebut. Duh baper lagi kan.




Oke, itulah 5 lagu Philpop yang masuk playlist saya. Meski banyak hinaan (sarkas banget ya), lagu Philpop tetap asyik untuk didengarkan dan dinyanyikan.
Previous
Next Post »
8 Komentar
avatar

wah salutttt.... aku pasti kelamaan mendengarkan sibuk nyari artinya heheheh. mau nyoba dengerin satu ah hehehe

Balas
avatar

belum oenah denger kayaknya seru ya

Balas
avatar

monggo dicoba mendengarkan mbak :)

Balas
avatar

kayak suami saya suka aplikasi smule :D blum pernah dengerin lagu2 philipop enak jg ya :D

Balas
avatar

saya juga sennag banget mbak, biar gak stress hehe
silahkan didengarkan :)

Balas
avatar

Nemuin lagu phil dari mana mas? Kok kayake effort banget kalo mau cari yak

Balas
avatar

di TV Filipina mbak, ABS-CBN sama GMA Network, soalnya semua TV Indonesia sudah saya hapus dari peredaran, hehe
Terus cari di yutub aja xixi

Balas

Terimakasih sudah membaca. Biar tercetak sejarah, jangan lupa tulis komentarmu di bawah ini, ya!