Minta Jurnal kepada Peneliti, Kenapa Tidak?

Beberapa hari yang lalu, seorang adik tingkat wadul ke saya.



Dia berkata bahwa ada sebuah jurnal penelitian yang cukup relevan dengan penelitiannya. Namun, di situs yang memuat jurnal tersebut hanya disertakan abstrak saja. Untuk isi jurnal secara keseluruhan, maka para pembaca diharuskan membayar sekian dolar atau sekian euro.

Melihat harga jurnal tersbut, rasanya sayang kalau menghibahkan uang kita. Terlebih lagi jika kita masih belum paham betul mengetahui isi dari jurnal tersebut dan hanya membaca abstraknya saja. Tapi, jika tak membaca jurnal tersebut secara keseluruhan rasanya ada yang mengganjal. Siapa tahu juga isi dari jurnal tersebut cukup membantu dalam menyelesaikan penelitian kita.


Ada satu cara ampuh sebenarnya untuk mendapatkan jurnal tersebut secara cuma-cuma. Caranya adalah meminta secara langsung kepada peneliti yang menulis jurnal tersebut. kalau dipikir memang cukup tidak masuk akal. Mengingat para peneliti tersebut sangat sibuk dalam pekerjaannya. Mana sempat mengirimkan jurnal ke kita. Atau bahkan hanya sekedar membaca e-mail yang kita kirimkan.


Tapi, jangan pesimis dulu. Saya pernah diberi ilmu oleh dosen saya dalam meminta jurnal ini. Ilmu ini berisi e-mail yang akan kita kirimkan kepada pembuat jurnal. Sebuah kalimat permintaan dalam bahasa Inggris yang cukup sopan. Di dalam kalimat tersebut menyiratkan kita cukup antusias dengan bidang penelitian tersebut. Tak hanya itu, kita juga mengutarakan keinginan kita untuk melakukan pengembangan dalam bidang penelitian tersebut. E-mail ini kita kirimkan ke alamat e-mail penulis jurnal. Alamat e-mail penulis bisa kita dapat di bagian abstrak atau di profil penulis.


Salah satu contoh isi email permintaan artikel jurnal (klik untuk memperbesar)


Beberapa kali saya mencoba langkah ini. Beruntungnya, mereka sering membalas e-mail saya beserta jurnal yang saya minta. Tak hanya itu, saya juga kerap mendapat bonus jurnal lain yang juga masih relevan dengan penelitian saya. Mereka bahkan menyemangati saya untuk terus berusaha menyelesaikan penelitian. Duh baik sekali ya. Di sela-sela kesibukan mereka masih bisa menyempatkan berbagi ilmu kepada orang lain.

Balasan dari pembuat jurnal (klik untuk memperbesar)


Menurut penuturan dosen saya, para peneliti sebenarnya sudah memiliki komitmen untuk berbagi ilmu yang telah mereka berikan. Hanya saja, mereka tak bisa sembarangan mengunggah jurnal mereka karena berkaitan pula dengan hak cipta. Menulis jurnal hingga publikasi internasional bukan perkara mudah lho. Ada beberapa tahapan penting yang harus dilewati, seperti proses penyuntingan yang dilakukan pihak terkait secara berkala. Belum lagi proses penelitian yang cukup panjang. Maka dari itu, para peneliti akan memberikan jurnalnya secara gratis jika pembaca memintanya secara personal. Peneriti akan mendapatkan impact factor, jika jurnalnya di-cite. Intinya, kedua pihak akan saling diuntungkan.

Baiklah, sekian dulu Semoga bermanfaat dan penelitian anda sukses. Salam.

Tulisan pertama kali diunggah di Kompasiana, menyalin artikel diperbolehkan dengan menautkan alamat URL lengkap.
Previous
Next Post »
0 Komentar

Terimakasih sudah membaca. Biar tercetak sejarah, jangan lupa tulis komentarmu di bawah ini, ya!