A Hard (BOS) Day (Bagian 2)

Saya sudah bisa mulai menerima kenyataan harus lembur




15.15
Saya pulang. Saya mau mandi. Saat saya pulang, kebetulan saudara saya dari luar kota datang. Yah, saya tambah feeling guilty pangkat tiga. I promise, may be next time...... please mohon pengertiannya. Saya buru-buru berkemas. Kata saudara saya,” Jadi pulang cuma buat numpang mandi aja?” (lho maksudnya??)

15.45
Saya ke rumah mada untuk berangkat bersama.  Kebetulan juga, rumah kami berdekatan. Sampai di rumah mada, saya membuka HP. Ternyata Pak Bos menelpon saya sampai 7 kali. Ada juga beberapa pesan WA yang belum sempat saya baca karena saya mengejar waktu. Ternyata, info baru kami dapat, pengerjaan bukan di Masjid Diknas, melainkan di Masjid Balaikota, di dekat BPKAD. Ya sudah, kami pun ke sana.

16.00
Kami datang jam 4 tepat. Di sana sudah ada beberapa orang yang ternyata tidak hanya dari SD tapi juga SMP. Mereka grudak-gruduk dan ber ah-uh gegara harus lembur (mungkin) sampai malam untuk menegrjakan sesuatu, yang seharusnya, menurut mereka tidak harus mereka kerjakan. Suasana cukup kacau. Saya di-WA teman dari sekolah lain yang kelihatannya “malas” untuk datang. yang bersangkutan menanyakan kepastian apa yang harus dikerjakan. Lha saya saja belum tau mau apa?? Sambil menunggu saya ngobrol ngalor-ngidul dengan rekan-rekan lain. Kebanyakan dari mereka mengeluh karena sudah bingung mau ngarang model apa lagi buat laporan BOS. Mereka sudah mati gaya karena apa yang mereka karang rata-rata sudah tidak boleh dimasukkan dalam SPJ. Haha sama buuk.

16.30
Setengah jam saya berdiri manis di dekat masjid. Setelah lama menunggu, pihak dari Diknas baru hadir. Ya amplop. Sambil membawa rekapitulasi BKU yang sudah saya dan teman-teman dari sekolah  lain kerjakan. Dan ternyata kami belum pasti harus mengerjakan apa.

16.50
Barulah rekan-rekan pekerja BOS dari SMP. Mereka semua masuk ke ruangan BKPAD sambil dijelaskan apa yang harus dikerjakan. Wajah-wajah pasrah terpancar jelas. Sekira 20 menit kemudian, kegiatan pun usai.

17.10
Kini giliran petugas dari UPT yang diberi penjelasan. Secara, jumlah SD yang ada sangat banyak jadi nanti tiap UPT akan menjelaskan ke pekerja BOS SD di sekolah masing-masing. Saya menunggu di luar sambil ikutan worry bak seorang ayah yang menunggu kelahiran anaknya, halah.

17.30
Proses jelas-menjelaskan usai, bertepatan dengan adzan maghrib. Kami sepakat, kegiatan baru dimulai selepas maghrib.

17.45
Selepas maghrib kami mulai bekerja. Ternyata, kami disuruh merekap pajak bunga tabungan dan bunga bank tiap bulan. Rekapan harus benar-benar teliti, bahkan sampai dua angka desimal di belakang koma. Wow. Sambil ngemper di Masjid kami pun bergerak. Satu per satu menghitung dengan kalkulator.

18.20
Saya kelar merekap apa yang diminta. Lalu saya tanya ke petugas UPT harus diapakan lagi? Petugas UPT ternyata bingung harus diapakan. Katanya harus menunggu sebentar. Lha???
Saya menunggu sambil makan apa yang bisa dimakan di situ, alias minta sedekah dari sekolah lain karena saya dan Mada gak dikirimi logistik makanan, huhu. Di sini saya menikmati keakraban dan kehangatan dengan sekolah lain, berasa di pengungsian. Habis lapar sih, haha.

18.30
Petugas UPT baru ngeh apa yang seharusnya dikerjakan. Ternyata, kami disuruh mencocokkan nilai pajak bunga tabungan dan bunga bank selama setahun. Hasilnya akan dicek ulang dengan saldo rekening di bank pada akhir tahun. Saya baru ngeh maksudnya, biar bener-bener transaparan. Sebelumnya, kami hanya menegrjakan buku pembantu bank yang memuat rekapan transaksi buku bank tiap bulan.

18.40
Kami capcus bekerja, biar segera selesai dan pulang. Nah di akhir pengerjaan kami baru sadar kalau pengambilan dana BOS kami kekurangan 200 ribu rupiah. Lha ini gimana?
Karena takut nanti bakal panjang urusan saya tanya ke petugas UPT. Ternyata gak apa-apa tulis saja kurang berapa karena apa. Ya saya tulis saja karena lupa, hahahaha.

19.00
Saya kelar mengerjakan. Tapi masih belum bisa pulang karena harus dicek ini-itu. Dan antre. Hahaha.
Sambil menunggu saya minta belas kasihan ke sekolah lain. Ada yang bawa martabak, kacang goreng, keripik, kue kering, dll. Duh jadi galau  pilih yang mana.

19.20
Setelah penantian panjang akhirnya pekerjaan kami benar. Yes. Bisa pulang. Saya melihat sekolah lain yang masih pusing. Yah kasian juga tapi saya sudah lelah lahir batin. Ingin sekedar meringankan badan. Mission complete, what a hard (BOS) day!


PS : Pukul 22.30 saya ditelpon rekan yang suaminya bekerja di Pemkot. Ybs mengatakan di sana masih banyak orang dan bertanya keberadaan saya. Saya jawab saya sduah di atas kasur dan segera memejamkan mata.
Previous
Next Post »
0 Komentar

Terimakasih sudah membaca. Biar tercetak sejarah, jangan lupa tulis komentarmu di bawah ini, ya!