Gas, Uap, dan Asap; Apa Bedanya?

Pada tiga buah portal berita, mucul headline dengan judul yang hampir sama. 


Portal berita A : Sebanyak Tiga Pekerja Tewas Akibat Menghirup Gas Amonia di Sebuah Pabrik Pupuk.Portal berita B : Sebanyak Tiga Pekerja Tewas Akibat Menghirup Uap Amonia di Sebuah Pabrik Pupuk. Portal berita C :

Sebanyak Tiga Pekerja Tewas Akibat Menghirup Asap Amonia di Sebuah Pabrik Pupuk. Ayo temukan 10 perbedaan seperti pada sayembara bibi teliti Majalah Bobo! Sayangnya cuma ada satu perbedaan. Jika diamati, portal A menggunakan kata gas, portal B menggunakan kata uap, dan portal C menggunakan kata asap. Dari ketiga portal tadi, mana yang paling benar? Ayo siapa yang bisa menjawab????



Tepat. Selamat kepada anda yang menjawab portal A. Anda mendapatkan pulsa Rp. 100.000,00 yang bisa anda ambil di konter penjual pulsa kesayangan anda, hehe. Mengapa jawabannya adalah portal A, ada yang tahu? Portal A sangat brilian menggunakan pilihan kata gas. Gas merupakan wujud benda yang pada temperatur kamar sudah berupa gas. Uap adalah wujud benda pada temperatur kamar bukan berupa gas namun masih padat/cair. Sedangkan asap adalah dispersi antara fase gas dan fase padat. Bingung kan? Biar gak bingung ayo bajunya dibalik. Biar mengerti dengan jelas, kita bedakan satu-satu dan pelan-pelan ya. Tarik nafaaaas, lepaskan...


Oke, suatu benda disebut gas jika pada temperatur kamar dan tekanan atmosfer (keadaan normal kita) sudah berwujud gas. Jadi, dia memang berwujud gas pada temperatur kamar. Contohnya adalah gas oksigen dan karbondioksida yang berperan dalam respirasi. Kita tak bisa melihat wujud keduanya kan pada keadaan normal? Tentu saja, karena oksigen dan karbondioksida sudah berwujud gas pada keadaan normal. Amonia yang menjadi tersangka tadi, juga bisa disebut gas karena pada keadaan normal telah berwujud gas. Sebagai informasi, titik didih amonia adalah -33,34°C (239,81 K). Artinya, di atas temperatur tersebut (termasuk temperatur kamar), amonia berwujud gas.

 Kalau uap bagaimana? Uap merupakan bentuk gas dari suatu materi yang berwujud padat/cair saat keadaan normal. Artinya, pada keadaan normal, dia akan berwujud padat/cair, namun jika temperatur dan tekanannya dinaikkan, dia akan berubah menjadi gas. Mudahnya, titik didihnya, berada di atas temperatur kamar. Apa saja contohnya? Contohnya adalah uap air, uap etanol, uap raksa, dan sebagainya. Jadi, jangan sampai kita menyebut dengan gas air, gas etanol, dan gas raksa, karena itu adalah kesalahan fatal. Bagaimana dengan asap? Asap merupakan sistem dispersi (campuran) antara padat dan gas. Mengapa disebut dispersi (campuran)? Karena asap terbentuk dari suatu sistem di mana terdapat padatan yang terdapat di dalam gas. Atau mudahnya gini, meski dia berupa gas, namun masih ada padatan di dalamnya. Kalau dimisalkan meskipun dia berpenampilan alim tapi tingkah lakunya masih ada yang seperti penjahat. Wuuhhh, sarkas banget.

Tapi memang begitu. Meskipun asap kelihatannya gas, namun kita masih bisa melihatnya dan merasakan sesuatu padatan yang "penuh" saat kita berada di dalamnya. Contoh lagi asap rokok yang jika kita berada di dekat perokok aktif kita akan seolah-olah ikut merasakan rokok. Padatan yang terdapat dalam asam berukuran sangat kecil sehingga kita sering tak menyadari ada padatan di dalamnya. Inilah yang disebut sistem dispersi. Selain asap, banyak sistem dispersi dalam kehidupan sehari-hari antara lain air susu, cat, tinta, dan agar-agar.


Sudah mengerti kan bedanya gas, uap, dan asap? Jangan sampai salah lagi ya.
Previous
Next Post »
0 Komentar

Terimakasih sudah membaca. Biar tercetak sejarah, jangan lupa tulis komentarmu di bawah ini, ya!