Antara Indonesia Raya dan Majulah Singapura

Saya yakin, jika anda diminta untuk menyebutkan lagu kebangsaan terbaik di dunia, pasti anda akan menjawab Indonesia Raya. Lagu kebangsaan kita, Lagu yang selalu kita nyanyikan saat upacara bendera, terutama saat sekolah. Lagu yang membuat kita semua merinding saat kita mendengarkan dan menyanyikannya. Terlebih lagi saat dikumandangkan di luar negeri, di event internasional seperti olaharaga. Saat atlet kita mendapatkan medali emas, saat putra-putri terbaik bangsa meraih juara olimpiade dan kejuaraan dunia lainnya.

Indonesia yang "raya", Indonesia yang "merdeka". Sebuah kebanggaan akan negara kita. Negara tempat kita lahir, hidup, dan mati. Indonesia yang merdeka setelah perjuangan panjang dan tak terkira dari tangan penjajah. Bisa dibayangkan luar biasanya perasaan bangsa Indonesia saat menyanyikan Indonesia Raya.
Kita patut berterima kasih kepada sang pencipta lagu ini, W.R. Supratman. Meskipun beliau tidak sempat menikmati kemerdekaan bangsa ini, tapi kerja kerasnya tidaklah sia-sia. Lagu gubahannya masih dinyanyikan hingga kini, tidak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia. Berkat lagu gubahannhya, kita selalu semangat menjadi bangsa Indonesia.
Jika anda ditanya lagi, selain Indonesia Raya, lagu kebangsaan apa lagi yang terbaik? Mungkin jawabannya beragam. Lupang Hinirang milik orang Filipina mungkin, yang sering kita dengarkan saat Pacman bertanding tinju. Atau lagu kebangsaan Jerman Das Lied der Deutschen yang sering diperdengarkan saat  Sebastian Vettel meraih podium FI (lagi dan lagi). Atau mungkin lagu kebangsaan Spanyol, Marcha Real yang sering dinyanyikan Marc Márquez dan Jorge Lorenzo saat menjuarai race Moto GP.
Namun bagi saya, lagu kebangsaan yang cukup enak dan bisa dinyanyikan oleh orang Indonesia adalah Majulah Singapura. Lagu kebangsaan negara liliput di sebelah negara kita. Alasannya cukup sederhana, ada rasa Indonesia di lagu Majulah Singapura. Mungkin sudah banyak yang tahu, pencipta lagu Majulah Singapura adalah orang Indonesia yang akhirnya menjadi warga negara Singapura. Zubir Said, menciptakan lagu ini awalnya untuk Dewan Kota Singapura, lalu lagu ini dijadikan lagu kebangsaan Republik Singapura setelah negara ini melepaskan diri dari Malaysia.

Yang menurut saya unik, hingga saat ini lagu ini hanya boleh dinyanyikan dalam bahasa Melayu, bukan dalam bahasa Inggris atau Mandarin. Jadilah semua rakyat Singapura, baik yang berbahasa Melayu atau bukan harus menyanyikan lagu kebangsaannya dalam bahasa Melayu. Meskipun ada juga pihak-pihak yang ingin mengubah lagu kebangsaan Singapura dalam bahasa Inggris..
Beberapa kali saya mendengarkan lagu ini, ternyata saya cukup mendapat feel dari lagu ini. Liriknya sederhana, menggambarkan semangat rakyat Singapura untuk mencapai kemajuan dan kemakmuran. Menggambarkan seruan seluruh rakyat untuk bersatu demi menggapai cita-cita. Gambaran yang hampir sama dengan lagu Indonesia Raya. Pada lagu Indonesia Raya terdapat kalimat:
"...Marilah kita berseru
Indonesia bersatu..."
Sedangkan pada lagu Majulah Singapura terdapat kalimat
"....Marilah kita bersatu Dengan semangat yang baru..."
Kedua penggubah lagu ini ingin bangsanya untuk bersatu padu. Mereka yakin hanya dengan bersatu maka negaranya akan mencapai kemakmuran. Kita tahu Indonesia dan Singapura merupakan negara multi etnis. Masalah etnis ini seringkali menjadi masalah utama di dua negara. Para penggubah lagu kebangsaan tersebut ingin bangsanya satu. Ingin bangsanya memiliki persatuan yang kuat sehingga apa yang dicita-citakan tercapai.
Pada lagu Majulah Singapura terdapat petikan
"...Mari kita rakyat Singapura Sama-sama menuju bahagia..."
Sedangkan pada lagu Indonesia Raya terdapat petikan
"...Hiduplah tanahku Hiduplah negriku Bangsaku Rakyatku semuanya Bangunlah jiwanya Bangunlah badannya Untuk Indonesia Raya..."
Menurut saya, kedua petikan tersebut menggambarkan apa yang dicita-citakan itu (kemakmuran bangsa dan negara) akan tercapai setelah seluruh rakyat  bersatu. Setelah semuanya benar-benar bekerja dan berjuang untuk negara, di atas kepentingan apapun. Inilah kiranya yang diharapkan para penggubah lagu kebangsaan tersebut. Untuk lebih jelasnya, berikut ini teks lagu Majulah Singapura.
Rasa Indonesia di Majulah Singapura sangat tampak pada reff lagu ini. Maksudnya rasa Indonesia, hampir tak ada bedanya dengan lagu Indonesia. Sayangnya, pengucapan huruf “r” yang tidak jelas (lidah orang Singapura) sedikit mengurangi rasa Indonesia. Tapi, ketika saya mencoba untuk menyanyikannya dengan pengucapan seperti bahasa Indonesia, rasa Indonesia lagu ini kembali muncul.
Saya membandingkan dengan lagu  Negaraku milik Malaysia dan Allah Peliharakan Sultan milik Brunei Darussalam. Cukup aneh menyanyikan dua lagu itu. Tidak ada feel seperti Indonesia Raya dan Majulah Singapura yang lebih bersemangat. Mungkin juga kedua lagu itu lebih banyak untuk persembahan kepada raja (karena bentuknya kerajaan).
Indonesia Raya dan Majulah Singapura cukup dikenal di dunia. Dalam situs toptens.com untuk kategori Countries With the Best National Anthems, Indonesia Raya berada di urutan 25 sedangkan Majulah Singapura berada di urutan 37. Peringkat kedua lagu ini masih di bawah Lupang Hinirang milik Filipina yang berada di peringkat 11, tapi masih di atas Pleng Chat Thai milik Thailand (peringkat 42) dan Negaraku milik Malaysia (peringkat 57). Meskipun peringkat tersebut didasarkan polling, tapi dari komentar yang saya baca lagu Indonesia Raya dan Majulah Singapura cukup diapresiasi oleh orang di luar dua negara itu.

Indonesia Raya dan Majulah Singapura sebenarnya memiliki makna sama, yakni kemakmuran dan kemajuan bangsa yang dicapai berkat persatuan yang kuat. Sayangnya, jika saat ini Singapura telah berada pada kemajuan yang diharapkan oleh lagu kebangsaannya, tapi tidak demikian dengan Indonesia. Indonesia Raya masih belum seperti Majulah Singapura. Kira-kira kapankah Indonesia Raya bisa seperti Majulah Singapura? Jawabannya, tergantung dari kita sendiri, bangsa Indonesia. Kalau rakyat Singapura saja bisa mewujudkan apa yang dicita-citakan lagu kebangsaannya Majulah Singapura, kenapa kita masih belum bisa mewujudkan apa yang dicita-citakan pada lagu Indonesia Raya?
Sekian, Salam.
Previous
Next Post »
1 Komentar
This comment has been removed by a blog administrator. - Hapus

Terimakasih sudah membaca. Biar tercetak sejarah, jangan lupa tulis komentarmu di bawah ini, ya!